Gallery

Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (6) [Hukum Mendatangi/Bertanya kepada Dukun]

 Artikel sebelumnya di: Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (5) [Perbedaan Ustadz/Kyai dengan Dukun]

 

merdeka.com

merdeka.com

E.      Hukum Mendatangi/Bertanya kepada Dukun

Sekali kami tegaskan bahwa dari penjelasan sebelumnya, maka tidak ada keraguan lagi tentang hukum perdukunan itu adalah haram.

Ibnu Abil ‘Izzi rohimahulloh mengatakan: “Bukan satu orang dari ulama telah menukilkan ijma’ tentang keharamannya (keharaman dukun) seperti Al-Imam Al-Baghawi, Al-Qadhi ‘Iyadh, dan selain mereka.” (Syarah Al-’Aqidah Ath-Thahawiyyah, hal. 341) [http://asysyariah.com/awas-dukun-tukang-ramal-penciduk-agama-dan-harta-bagian-1.html]

Maka bertanya (apalagi membenarkan) pun haram dengan ijma’ ulama. Dalil-dalilnya adalah sebagai berikut:

Dari sebagian para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim no. 2230)

Dari Abu Hurairah dan Al Hasan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal kemudian membenarkan apa yang dia katakan, maka dia telah kafir terhadap apa (Al-Qur`an) yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Ahmad no. 9171) [HR. Ahmad dalam Musnad-nya (2/429/no.9532), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (1/8/no.15), Al Baihaqi (7/198/no.16274), dan di-shahih-kan oleh Syaikh Al Albaniy dalam Shohih At-Targhib (3047) [http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2012/04/06/orang-pintar-berkedok-kyai-ustadz/]

Abdur Ra’uf Al-Munawiy-rahimahullah- berkata, “Hadits ini dengan hadits yang sebelumnya tak ada kontradiksi, karena maksudnya, orang yang membenarkan dukun jika ia meyakini bahwa si dukun mengetahui perkara ghaib, maka ia kafir; jika ia meyakini bahwa jin membisikkan kepada si dukun sesuatu yang ia curi dengar dari malaikat, dan bahwa hal itu melalui wangsit (dari jin), lalu ia (orang yang datang ke dukun) membenarkan dukun dari cara seperti ini, maka ia tidak kafir“. [Lihat Faidhul Qodir (6/23/no.10883)] {http://almakassari.com/orang-pintar.html}

Perincian hukum bertanya kepada Dukun

Senada dengan Al-Munawiy di atas, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin pun memerinci hukum masalah ini. Beliau mengatakan:

“Dari hadits ini diambil hukum haramnya mendatangi dan bertanya kepada mereka (dukun) kecuali apa-apa yang dikecualikan dalam masalah ketiga dan keempat (sebagaimana pada paragraf selanjutnya -red). Sebab dalam mendatangi dan bertanya kepada mereka terdapat kerusakan yang amat besar, yang berakibat mendorong mereka untuk berani (mengerjakan hal-hal perdukunan -red) dan mengakibatkan manusia tertipu dengan mereka, padahal mayoritas mereka datang dengan segala bentuk kebatilan.” (Al-Qaulul Mufid, 2/64)

Adapun jawaban secara rinci tentang hukum mendatangi para dukun dan bertanya kepada mereka adalah:

1.    Mendatangi mereka semata-mata untuk bertanya. Ini adalah perkara yang diharamkan sebagaimana dalam hadits:

Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam

Penetapan adanya ancaman karena bertanya kepada mereka, menunjukkan haramnya perbuatan itu, sebab tidak datang sebuah ancaman melainkan bila perbuatan itu diharamkan.

Dalam kasus ini, orang tersebut hanya sekedar ingin tahu atau hanya iseng-iseng atau penasaran tapi dia tidak membenarkan ramalannya

2.    Mendatangi mereka lalu bertanya kepada mereka dan membenarkan apa yang diucapkan. Ini adalah bentuk kekufuran karena membenarkan dukun dalam perkara ghaib termasuk mendustakan Al Qur`an. Allah berfirman:

“Katakan bahwa tidak ada seorangpun yang ada dilangit dan dibumi mengetahui perkara ghaib selain Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (An-Naml: 65)

Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu berkata: Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun lalu dia membenarkan apa-apa yang dikatakan maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad.”

3.    Mendatangi mereka dan bertanya dalam rangka ingin mengujinya, apakah dia benar atau dusta. Hal ini tidak mengapa dan tidak termasuk ke dalam hadits di atas.

Hal ini pernah dilakukan oleh Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam di mana beliau bertanya kepada Ibnu Shayyad:

“Apa yang aku sembunyikan buatmu?” Ibnu Shayyad berkata: “Ad-dukh (asap).” Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam berkata: “Diam kamu! Kamu tidak lebih dari seorang dukun.” (HR. Al-Bukhari no. 1289 dan Muslim no. 2930)

4.    Mendatangi mereka lalu bertanya dengan maksud membongkar kedustaan dan kelemahannya, menguji mereka dalam perkara yang memang jelas kedustaan dan kelemahannya.

Hal ini dianjurkan bahkan wajib hukumnya. (Al-Qaulul Mufid, Ibnu ‘Utsaimin, 2/60-61, Al-Qaulul Mufid Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushshabi, hal. 140-143) [http://asysyariah.com/awas-dukun-tukang-ramal-penciduk-agama-dan-harta-bagian-2.html dengan sedikit perubahan dari admin berdasarkan situs http://al-atsariyyah.com/hukuman-bagi-pelanggan-para-dukun.html]

Bertanya kepada dukun (kecuali poin ketiga dan keempat) sama saja hukumnya baik dia yang mendatangi dukun maupun dukun yang datang ke tempatnya. Karenanya termasuk bertanya kepada dukun adalah membaca ramalan nasib (shio dan zodiak) dan atau mendengarnya melalui radio atau menyaksikan ramalan melaui TV, semuanya masuk dalam kategori bertanya kepada dukun dan shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari. Demikian diterangkan oleh Asy-Syaikh Saleh Alu Asy-Syaikh dalam syarah beliau terhadap kitab At-Tauhid.

Kita tidak boleh bertanya kepada mereka bukan hanya karena kebanyakan kabar mereka adalah dusta, tapi kita tidak boleh bertanya karena dilarang oleh syariat, terserah kabar mereka benar atau salah. (http://al-atsariyyah.com/hukuman-bagi-pelanggan-para-dukun.html)

Baca juga fawa Syaikh bin Baz tentang perkara mendatangi dukun di: http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2010/11/27/12004/hukum-mendatangi-dan-memanfaatkan-jasa-paranormal/ dan http://www.alsofwa.com/4822/950-fatwa-hukum-pergi-kepada-dukun-dan-sejenisnya-untuk-memperoleh-kesembuhan-dan-mempercayai-mereka.html

Tambahan Faidah:

Terkait tidak diterima sholat selama 40 hari tersebut, mayoritas kalangan mazhab Syafi’i mengatakan bahwa shalat orang tersebut tidak berpahala selama rentang waktu tersebut. (Syarah Shahih Muslim XIV/446) [http://alislamarrahman.wordpress.com/knowledge/jauhilah-mendatangi-dukun-dan-paranormal-dalam-menyelesaikan-perkara/

Ketika shalatnya tidak diterima bukan berarti dia tidak perlu shalat, karena itu hanya akan menambah dosanya. Jadi saking besarnya dosa sekedar bertanya kepada dukun sampai dosanya seimbang dengan pahala 40 hari shalat. (http://al-atsariyyah.com/hukuman-bagi-pelanggan-para-dukun.html)

 

Bersambung ke: Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (7) [Hukuman Untuk Si Dukun]

53 comments on “Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (6) [Hukum Mendatangi/Bertanya kepada Dukun]

  1. saya mendatangi seorang ustad karena suami tdk pulang sdh 3 bln, terus ustad tsb melakukan komunikasi melalui roh rawan suami saya melalui asistennya, maka saya dan ustad tsb berkomunikasi dgn roh suami saya untuk mengajak pulang ke rumah. Ustad tsb meminta baju suami saya untuk didoakan. Apakah hal ini termasuk perbuatan syirik?

  2. awalnya kita menemui ustad tsb untuk berdoa dengan anak yatim asuhannya, pas kami dibawa ke mushallanya kita kaget melihat ritualnya. Anak saya langsung bertanya ke ustad tsb apakah perbuatan yg barusan syirik?, ustad tsb menjawab tdk, tapi anak saya dan saya sebenarnya tdk percaya, terus kami langsung pulang

  3. mudah2an Allah mengampuni dosa kami, karena kami awalnya tdk berniat mengikuti ritual tsb, dan anak sayapun spontan menanyakan ritual tsb termasuk kategori syirik atau tdk ke ustad tsb karena kami tdk mau tergelincir kepada hal-hal yg mengsekutukan Allah.

  4. helm saya pernah hilang… karena saya kesal saya cuma niat pingin tau siapa yang mengambil… jd saya tanya sama kerabat saya yang mempunyai ilmu lebuh,, apakah itu dosa??? saya kan tidak pingin tau siapa yang ambil helm…

    • Bertanya tapi tidak pingin tau? mungkin antum salah ketik. Bertanya seperti itu jelas berdosa, yang seperti itu termasuk ilmu gaib dan tidak boleh ada seorang pun yang meng-klaim mengetahui. Jika terjadi kehilangan seperti itu, kalau mau antum bisa memaafkan pelakunya, dan berharap agar Allah mengampuni dosa kita. Jika tidak bisa memaafkan, maka antum bisa menuntut keadilan di hadapan Allah ‘azza wa jalla. Yang harus dilakukan sekarang adalah bertaubat untuk tidak mengulanginya lagi (bertanya terkait ilmu gaib)

      • Assalamualaikum.,

        Saya mau tanya, apakah bertanya masalah nasib seperti tempat tinggal yg cocok buat kita,trus menyimpan benda seperti kulit rusa yg di kasih tulisan rajah sebagai penjaga dari serangan gaib atau di maksud penjajakan, apakah itu diperbolehkan?

        • Wa’alaikumus salam
          1. Tidak boleh, hal tersebut termasuk Tathoyyur, yang dilarang dalam islam
          2. Tidak boleh, jimat dalam bentuk apapun tetap diharamkan (walaupun bertuliskan huruf arab)
          Keduangnya mengandung unsur bergantung kepada selain Allah dan meniadakan tawakkal hanya kepada Allah

  5. Saya punya seorang kerabat..katakanlah namanya FB..ia pernah di tipu hingga ia memiliki banyak utang..beberapa bulan lalu ia mengabarkan bahwa ia dikenalkan pada seseorang yg disebutnya ustad..si ustad ini menyatakan bahwa ia bisa membantu melunasi hutang FB..si ustad ini menyatakan bahwa di pekarangan rumah FB terdapat emas..jadi si ustad meminta FB menggali lubang yg sangat dalam..dan meletakkan kain kafan di dasar lubang..dan ustad akan berdoa dan mengambil emas tersebut..namun sudah beberapa bulan,si ustad belum datang dengan alasan emas itu belum ada..dan kmudian si ustad terus menyatakan syarat syarat yg harus di lakukan FB..misalnya berpuasa 40 hari berturut turut,makan nasi putih tanpa lauk apapun,melakukan zikir kepada Allah selama ber minggu minggu,dll..yang ingin saya tanyakan
    1.apakah si FB tersebut telah melakukan hal yg musyrik dan berdosa? Tapi semua syarat tersebut dilakukan dengan nama Allah seperti berzikir,membaca alquran dll.
    2.Bagaimana hukum melakukan hal tersebut?
    3.Apakah benar ada hal hal seperti halnya emas tersebut?
    Terima kasih

  6. saya mau bertanya, ustadz..
    1. apa hukumnya ketika kita datang ke orang pintar, kemudian meyakini yg diucapkan mereka, tapi kemudian kita tidak mempercayai karena merasa ucapan mereka ada yg tidak benar? apakah tetap musyrik?

    2. jika mendatangi lebih dari 1 orang pintar (misal 2 orang), apakah sholat yg tidak diterima akan mnjadi 80 hari? (40×2)

    3. untuk yang meyakini ucapan orang pintar dan dianggap musyrik, adakah kafaratnya untuk menebus kesalahan tersebut?

    4. untuk pengobatan orang yg kena sihir, apakah ada cara syari lainnya selain ruqyah?

    mohon jawabannya. jazakallahu khairan katsir

    • 1. Ya, berdasarkan keumumuman dalil. Orang yang percaya tersebut akan tambah kafir jika ternyata apa yang diucapkan dukun tersebut benar. Ini kadang-kadang terjadi, seperti disebutkan dalam hadits:
      Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha dia berkata;
      سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاسٌ عَنْ الْكُهَّانِ فَقَالَ لَيْسَ بِشَيْءٍ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَا أَحْيَانًا بِشَيْءٍ فَيَكُونُ حَقًّا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنْ الْحَقِّ يَخْطَفُهَا مِنْ الْجِنِّيِّ فَيَقُرُّهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ فَيَخْلِطُونَ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ
      “Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai dukun-dukun, lalu beliau menjawab: “Mereka (para dukun) bukanlah apa-apa.” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah! Terkadang apa yang mereka ceritakan adalah benar.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perkataan yang nyata (benar) itu adalah perkataan yang dicuri oleh jin, kemudian dia membisikkannya ke telinga walinya (dukun) lalu mereka mencampuradukkan bersama kebenaran itu dengan seratus kedustaan.” (HR. Al-Bukhari no. 5762 dan Muslim no. 2228) [http://al-atsariyyah.com/hukuman-bagi-pelanggan-para-dukun.html]
      Jadi tidak boleh bertanya dan mempercayai dukun!
      2. Yang jelas dosanya juga dua kali lipat. Tidak diterimanya sholat 40 hari tersebut sebagai kafarat karena bertanya kepada dukun. Ustadz Abu Umar Basyir pernah mengatakan bahwa ukuran 40 tersebut bukan takaran yang pasti yang bisa dikali-lipatkan. Bahkan sebagian ulama memahami bahwa 40 itu seperti 7 atau 70 yang berarti banyak. Bukan berarti persis 7 atau 40. Jagi harus diyakini bahwa bukan jumlahnya secara pasti, tetapi pahalanya akan dicabut lebih lama, sehingga pelakunya harus lebih banyak bertaubat. wallahu a’lam
      3. Taubat Nasuha
      4. Makan 7 butir kurma ajwa setiap pagi. Akan lebih baik jika dipadukan dengan habbatus sauda, madu, dan minyak zaitun. Ketiganya dikonsumsi setiap 4 jam sekali. Bisa ditambahkan dengan meminum air zam-zam dan berdoa dengannya. Jangan lupa dzikir pagi dan petang.

  7. adik saya kena struk perdarahan otak secara tiba2 tanpa sebab, usia masih muda 24 tahun. setelah keluar dr rumah sakit kami berikhtiar ke tukang pijat, di tempat pijat yg terakhir kami datangi, tukang pijatnya dgn izin Allah bisa meringankan anggota tubuh yg tadinya kaku. namun tukang pijatnya berkata bahwa sakit adik saya disebabkan oleh “kiriman orang” (sihir). dan katanya yg memijat bukanlah beliau, namun yg memijat adalah yg ada di tangan beliau (mungkin maksudnya ada jin yg membantu memijat dan berada di tangan si tukang pijat).. kami tidak menanyakan penyebabnya, tapi tiba2 tukang pijatnya yg lgsg menjelaskan demikian.

    jika kami datang lagi untuk pijat kesana, apakah itu termasuk mendatangi orang pintar? kami tidak bertanya tentang hal ghaib, hanya ingin berikhtiar pijat, karena dgn tukang pijat yg sebelumnya hasilnya tidak sebaik yg disini. apakah tetap haram jika kita tahu yg memijat ternyata ada “sesuatu” yg membantu?

    mohon pencerahannya

    • Berita dari orang tersebut bahwa yang memijat adalah jin merupakan ilmu gaib yang tidak dapat diketahui oleh manusia biasa. Orang tersebut jelas dukun dan tidak boleh lagi (haram) meminta bantuan kepadanya.

  8. saya ingin hamil dengan mendatangi ustad, dengan carax di suruh tutup mata sambil zikir dan di pijat bagian perut,apakah itu masuk perbuatan syirik dengan mengambilkan air untuk di minum setelah dia berdoa.

    • Saya belum tahu kasusnya secara detail. Apakah dukun membaca doa yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits? Tapi soal ditutup mata itu memeng mencurigakan, kenapa? Tapi saya tetap belum berani menyimpulkan apakah praktik ini syirik atau bukan jika tidak mengetahui secara detail

  9. ass..kum..pa hidup saya banyak ujian..kurang lebh setahun stngah stlah saya menikah..istri saya sakit komplikasi.malahan sudah bilang dokternya jngan ditinggalkan istrimu takutnya ada pendarahan dmana2..alhamdulilah skarang sembuh…setahun kemudian saya jatuh lagi kerja dan kaki saya patah…2bulan kemudian saya ditinggal istri sama anak..1bulan kemudian dada saya sakit parah…ga bisa gerak 2bulan kemudian saya drawat lagi perut sakit pisan…kemarin ditempat kerja panel listrik meledak…apakah saya boleh keustad berobat

  10. Assalamu alaikum,tepat 3 hari yang lalu saya menanyakan tentang jodoh ke ustad karena saya takut kalau saya dipagari(guna guna)karena sampai usia 30 thn saya belum menikah.dan setiap menjalani hubungan selalu gagal.dan sayapun juga bertanya ke ustad tsb apakah pasangan saya saat ini adalah baik untuk saya.akhirnya ustad tsb menerawang dan bilang saya tidak ada jodoh dgn pasangan saya dan jga bilang kalau pasangan saya itu tdk baik dan bilang aneh2,dan saya pun katanya dipagari.jujur saya rasanya sakit,sedih dan campur aduk rasanya mendengar pernyataan ustad tersebut, dan saya pun dianjurkan untuk pakai minyak wangi yang harganyapun lumayan.

    • Tinggalkan perkataan dukun tersebut. Dalam menentukan calon suami/istri hendaklah yang ditimbang keshalihan/ketaqwaannya, bukan hal-hal yang tidak masuk akal dan hal gaib. Tetaplah selalu memohon pertolongan kepada Allah agar diberikan jodoh yang terbaik bagi dunia dan akhirat antum, sembari tetap berusaha untuk meminta bantuan saudara/kerabat/teman untuk mencarikan jodoh yang cocok

  11. ass. sy punya nenek yg sudah 2,5 th ini tidak bs apa2, cuma tidur & makannya jg disuapin, sy sangat kasihan dengan kondisinya, sy berniat ingin bertanya pd seseorang apakah nenek sy itu punya “pegangan” atau jimat yg menyebabkan beliau susah meninggal, seseorang tsb biasa mengobati teman2 di kantor dengan menyuruh pasien membaca sholawat sambil membantu penyembuhan dari jarak jauh, apakah jg berdosa bertanya tentang hal ini ?, lalu apa yg harus kami lakukan utk nenek ?, terima kasih, wass

    • Yang seperti ini mmg banyak disangkakan oleh masyarakat jawa
      1. Tetap tidak boleh untuk menanyakan perkara gaib kepada “orang pintar” /dukun. Ini termasuk kesyirikan
      2. Jika memang pada diri nenek antum terdapat tanda2 yang tidak wajar, ada campur tangan jin, maka diperbolehkan meruqyah dengan ruqyah syar’iyyah yang berasal dari ayat Al-qur’an maupun Hadits Nabi yang shahih
      3. Kepercayaan sebagian orang bahwa, jika memegang jimat (atau beda2 tertentu), maka ajalnya akan lama, merupakan keykinan yang salah. Jika malaikat maut sudah diperintahkan Allah untuk mencabut nyawa seseorang pada detik, menit, atau jam tertentu, pasti orang tersebut wafat, karena para malaikat tidak pernah menyelisihi perintah Allah (QS. At-Tahrim: 6). Hanya saja setan menggoda orang tua tersebut sehingga terkesan matinya susah, padahal ajalnya memang belum tiba.
      4. Jika nenek antum belum juga wafat, itu berarti salah satu pintu surga (merawat orang tua) masih belum tertutup. Hendaklah kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya
      Wallahu a’lam

  12. Assalamu alaikum. ibu saya seperti berkepriobadian ganda, kadang bukan seperti beliau. sudah sekitar 30 tahun. kemudian bapak saya terkena stroke4 bulan yg lalu. dan berobat alternatif dengan inisial AB dengan metode totok saraf. AB hanya bilang hawa negatif dari tubuh ibu saya. kemudian AB meminta izin ke keluarga kami untuk rukyah ibu saya. semua yg ditujakan AB hanya kembalikan lagi ke pada ALLAH SWT, seperti contoh. ibdahnya jgn bolong-bolong. intihnya berserah kepda ALLAH SWT, cuma ada istilah istilah kirim al fatihah untuk yg goib. dengan mksd agar mereka malu untuk menjahati kita.AB ini jg mengaku bukan ustad.
    yg saya tanyakan,
    apa ini termasuk ruqyah syar’i ?
    salah atau tidak saya mengirim Al Fatihah untuk yg goib?
    terima kasih wassalam

    • Wa’alaikumus salam
      1. Jika ruqyah tersebut hanya berasala dari ayat Al-Qur’an dan Hadits yang shohih maka termasuk ruqyah syar’iyyah.
      2. Kirim Al-Fatihah kepada yang ghoib tidak ada dalil yang shohih tentang masalah ini, maka minimal hal ini termasuk bid’ah, jika tidak ada keyakinan tertentu. Tinggalkan budaya kirim AL-Fatihah ini

  13. saya ingin brtanya
    saya punya teman dia bisa mnyembuhkan orang yang di guna2 dengan izin Allah,,,
    apakah dia trmasuk dukun??
    dan apakah itu dilarang dalam agama??

  14. Assalamu’alaikum.Saya sngt setuju dgn anda,bhwa mendatangi orang pintar adalah haram..Yg saya ingin tanyakan,bagaimana hukumnya mendatangi makam Wali/sunan untuk meminta sesuatu?Terus terang saya sangat khawatir dengan perilaku peziarah.Banyak yang menyembah2,mengambil kembang yg ada diatas makam,dsb.Seolah2 makam wali tsb yg akan mengabulkan doany.Menurut anda bagaimana untuk kasus yg seperti ini?

    • Hal tersebut juga merupakan perbuatan syirik.
      Seandainya keyakinan mereka bahwa orang shalih yang telah meninggal dunia tersebut sekadar dijadikan perantara, tanpa meyakini bahwa mereka bisa menghilangkan musibah dan yang lainnya, maka keyakinan tersebut tidak berbeda dengan keyakinan orang-orang musyrikin di zaman dahulu. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tentang mereka di dalam firman-Nya:
      وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ مَا لاَ يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاَءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللهِ
      “Dan mereka beribadah kepada selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: ‘Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada Kami di sisi Allah’.” (Yunus: 18)
      Allah Ta’ala juga berfirman ,
      وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى
      “Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai penolong mengatakan, ‘Sesungguhnya kami tidak menyembah mereka, melainkan hanya supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’ ” (QS. Az-Zumar : 3).

      Berdoa langsung kepada Allah:
      ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
      “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (QS. Ghafir: 60).

  15. apakah bertanya hnya ingin mengetahui kelemahan orang jahat dan kedustaan nya , supaya orang itu tertangkap dan kebenaran nya terungkap dalam contoh hal tersangaka yang kabur apa itu d perbolehkan ?

  16. jika sy menginginkan kemudahan dlm hidup mnta di mudahkan jodoh keluasan rizki lalu sy membaca: shalawat,istighfar, subhanallahiwabihamdi,lailahailallah,ya fattah ya rozzaq dngan jumlah yg tlah di tentukan di baca setiap hbs shalat
    apa hukumnya apa hukumnya dikarenakan sy punya tujuan seperti yg sy tulis di atas..trimakasih

  17. Saya mau bertnya bagaimana hukum ny datang ke org pintar, yg di anggap guru padepokan di daerah jawa,yg di lansir mempunyai bnyak murid dr ketiga golongan, tpi sya ga tau murid ny itu manusia normal atau mahluk ga nyata, dy dtang menggunakan raga anak murid nya, untuk menemui org2 yg ingin meminta bantuan , saya jg bingung knp bnyak org yg menyalurkan zakat harta perbln nya ke org yg di rasukin oleh guru tersebut, apakah hukum ny dtng ke org tersebut n apa kah zakat ny itu smpe sprti yg di niatkan

  18. Pingback: HUKUM MENDATANGI DUKUN (TUKANG RAMAL) - Nasihat Sahabat

    • Tidak boleh, haram dari dua sisi
      1. tidak boleh bertanya kepada dukun
      2. tidak boleh tathayur (menggantungkan nasib kepada benda / keadaan tertentu yang tidak masuk akal dan melanggar syariat)

  19. Assalamualaikum
    Sya mau bertnya, bgmna hukumnya mempercayai perkataan orng pintar? Mereka menuduh teman sy mengambil uang, padahal teman sy tdk mengambil uang trsebut. Jadi mreka bertnya kpada bapaknya temannya yg orng pintar. Ktnya kalo tidak mau mngaku 3 hari dia akan kena musibah hingga meninggal. Jadi bgmna itu pak?

    • Wa’alaikumus salam
      1. tidak boleh bertanya kepada dukun
      2. وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى
      “Tukang sihir tak akan pernah beruntung dari mana pun ia datang” (QS. Thaha: 69).

      Jadi tidak perlu khawatir jika memang tidak bersalah. Tingkatkan tawakkal Anda kepada Allah

      • Saya kesal beberapa anggota keluarga percaya dengan seseorang yg disebut mngtahui sesuatu. Dan ada sesuatu yg hrus diberikan tiap bulannya secara rutin. Apakah itu masuk kategori di atas yg dsbutkan?
        Ada beberapa hal yg ternyata kejadian benar2 terjadi sesuai apa yg di sebutkan si x cnthnya ttg pkerjaan. Sy jd kesal ingin pndh kerja. Agar smua tdk sesuai dgn apa yg dikatakan si x.

        • Ucapan dukun memang terkadang benar. Akan tetapi tetap tidak melazimkan bahwa dia mengetahui yang gaib, karena kebenaran yang diberitahukan setan tersebut sudah dcampurkan dengan 100 kebohongan. Terkait pindah kerja, hal tsb mubah, terserah antum. Tidak pindah jg gpp

  20. Asalamualaikum ustadz ,saya mau tanya
    Saya itu sedang menunggu panggilan kerja ,dan saya tuh penasaran saya itu bakalan diterima atau tidak . Saya cmn iseng atau pingin tau saja saya bertanya sm temen org tua saya yang pintar ,trs dia menyarankan untuk membaca dzikir lalu dia menyuruh saya mandi menggunakan air yang sudah dia doakan. Saya pun melakukan itu ,tetapi di dalam hati kecil saya saya pun meragukan tmn saya. Skg saya hanya pasrah sm Allah . Apakah tindakan saya akan menghalangi pahala solat saya ? Dan apakah saya telah bersyirik? Mohon jawabannya pa ustadz .makasih

    • Pebuatan tersebut jelas merupakan syirik karena mengandung unsur ketergantungan kepada selain Allah (perbuatan tersebut tidak disyariatkan). Akan tetapi, ketidak-tahuan Saudara akan pelarangan tersebut semoga tidak menjadikan Saudara berdosa. Wallahu a’lam

  21. mau tanya, saya lp naru hp customer sy, sy bingung hilangnya dimana..
    bisa dr sy atau jatuh atau di ambil orang, karena sy gak mau fitnah orang sembarangan sy ingin mendatangi dukun atau ustad mau tau kejelasan apakah sy lupa naruh atau di ambil orang..
    apakah perbuatan saya mendatangi itu termasuk syirik..
    karena bukan mksd sy udk bertanya yg tidak-tdk, karena sy emg gak percaya dukun..
    tp itu saran dr temen saya..
    mohon penjelasannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s