Gallery

Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (6) [Hukum Mendatangi/Bertanya kepada Dukun]

 Artikel sebelumnya di: Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (5) [Perbedaan Ustadz/Kyai dengan Dukun]

 

merdeka.com

merdeka.com

E.      Hukum Mendatangi/Bertanya kepada Dukun

Sekali kami tegaskan bahwa dari penjelasan sebelumnya, maka tidak ada keraguan lagi tentang hukum perdukunan itu adalah haram.

Ibnu Abil ‘Izzi rohimahulloh mengatakan: “Bukan satu orang dari ulama telah menukilkan ijma’ tentang keharamannya (keharaman dukun) seperti Al-Imam Al-Baghawi, Al-Qadhi ‘Iyadh, dan selain mereka.” (Syarah Al-’Aqidah Ath-Thahawiyyah, hal. 341) [http://asysyariah.com/awas-dukun-tukang-ramal-penciduk-agama-dan-harta-bagian-1.html]

Maka bertanya (apalagi membenarkan) pun haram dengan ijma’ ulama. Dalil-dalilnya adalah sebagai berikut:

Dari sebagian para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim no. 2230)

Dari Abu Hurairah dan Al Hasan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal kemudian membenarkan apa yang dia katakan, maka dia telah kafir terhadap apa (Al-Qur`an) yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Ahmad no. 9171) [HR. Ahmad dalam Musnad-nya (2/429/no.9532), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (1/8/no.15), Al Baihaqi (7/198/no.16274), dan di-shahih-kan oleh Syaikh Al Albaniy dalam Shohih At-Targhib (3047) [http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2012/04/06/orang-pintar-berkedok-kyai-ustadz/]

Abdur Ra’uf Al-Munawiy-rahimahullah- berkata, “Hadits ini dengan hadits yang sebelumnya tak ada kontradiksi, karena maksudnya, orang yang membenarkan dukun jika ia meyakini bahwa si dukun mengetahui perkara ghaib, maka ia kafir; jika ia meyakini bahwa jin membisikkan kepada si dukun sesuatu yang ia curi dengar dari malaikat, dan bahwa hal itu melalui wangsit (dari jin), lalu ia (orang yang datang ke dukun) membenarkan dukun dari cara seperti ini, maka ia tidak kafir“. [Lihat Faidhul Qodir (6/23/no.10883)] {http://almakassari.com/orang-pintar.html}

Perincian hukum bertanya kepada Dukun

Senada dengan Al-Munawiy di atas, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin pun memerinci hukum masalah ini. Beliau mengatakan:

“Dari hadits ini diambil hukum haramnya mendatangi dan bertanya kepada mereka (dukun) kecuali apa-apa yang dikecualikan dalam masalah ketiga dan keempat (sebagaimana pada paragraf selanjutnya -red). Sebab dalam mendatangi dan bertanya kepada mereka terdapat kerusakan yang amat besar, yang berakibat mendorong mereka untuk berani (mengerjakan hal-hal perdukunan -red) dan mengakibatkan manusia tertipu dengan mereka, padahal mayoritas mereka datang dengan segala bentuk kebatilan.” (Al-Qaulul Mufid, 2/64)

Adapun jawaban secara rinci tentang hukum mendatangi para dukun dan bertanya kepada mereka adalah:

1.    Mendatangi mereka semata-mata untuk bertanya. Ini adalah perkara yang diharamkan sebagaimana dalam hadits:

Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam

Penetapan adanya ancaman karena bertanya kepada mereka, menunjukkan haramnya perbuatan itu, sebab tidak datang sebuah ancaman melainkan bila perbuatan itu diharamkan.

Dalam kasus ini, orang tersebut hanya sekedar ingin tahu atau hanya iseng-iseng atau penasaran tapi dia tidak membenarkan ramalannya

2.    Mendatangi mereka lalu bertanya kepada mereka dan membenarkan apa yang diucapkan. Ini adalah bentuk kekufuran karena membenarkan dukun dalam perkara ghaib termasuk mendustakan Al Qur`an. Allah berfirman:

“Katakan bahwa tidak ada seorangpun yang ada dilangit dan dibumi mengetahui perkara ghaib selain Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (An-Naml: 65)

Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu berkata: Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun lalu dia membenarkan apa-apa yang dikatakan maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad.”

3.    Mendatangi mereka dan bertanya dalam rangka ingin mengujinya, apakah dia benar atau dusta. Hal ini tidak mengapa dan tidak termasuk ke dalam hadits di atas.

Hal ini pernah dilakukan oleh Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam di mana beliau bertanya kepada Ibnu Shayyad:

“Apa yang aku sembunyikan buatmu?” Ibnu Shayyad berkata: “Ad-dukh (asap).” Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam berkata: “Diam kamu! Kamu tidak lebih dari seorang dukun.” (HR. Al-Bukhari no. 1289 dan Muslim no. 2930)

4.    Mendatangi mereka lalu bertanya dengan maksud membongkar kedustaan dan kelemahannya, menguji mereka dalam perkara yang memang jelas kedustaan dan kelemahannya.

Hal ini dianjurkan bahkan wajib hukumnya. (Al-Qaulul Mufid, Ibnu ‘Utsaimin, 2/60-61, Al-Qaulul Mufid Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushshabi, hal. 140-143) [http://asysyariah.com/awas-dukun-tukang-ramal-penciduk-agama-dan-harta-bagian-2.html dengan sedikit perubahan dari admin berdasarkan situs http://al-atsariyyah.com/hukuman-bagi-pelanggan-para-dukun.html]

Bertanya kepada dukun (kecuali poin ketiga dan keempat) sama saja hukumnya baik dia yang mendatangi dukun maupun dukun yang datang ke tempatnya. Karenanya termasuk bertanya kepada dukun adalah membaca ramalan nasib (shio dan zodiak) dan atau mendengarnya melalui radio atau menyaksikan ramalan melaui TV, semuanya masuk dalam kategori bertanya kepada dukun dan shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari. Demikian diterangkan oleh Asy-Syaikh Saleh Alu Asy-Syaikh dalam syarah beliau terhadap kitab At-Tauhid.

Kita tidak boleh bertanya kepada mereka bukan hanya karena kebanyakan kabar mereka adalah dusta, tapi kita tidak boleh bertanya karena dilarang oleh syariat, terserah kabar mereka benar atau salah. (http://al-atsariyyah.com/hukuman-bagi-pelanggan-para-dukun.html)

Baca juga fawa Syaikh bin Baz tentang perkara mendatangi dukun di: http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2010/11/27/12004/hukum-mendatangi-dan-memanfaatkan-jasa-paranormal/ dan http://www.alsofwa.com/4822/950-fatwa-hukum-pergi-kepada-dukun-dan-sejenisnya-untuk-memperoleh-kesembuhan-dan-mempercayai-mereka.html

Tambahan Faidah:

Terkait tidak diterima sholat selama 40 hari tersebut, mayoritas kalangan mazhab Syafi’i mengatakan bahwa shalat orang tersebut tidak berpahala selama rentang waktu tersebut. (Syarah Shahih Muslim XIV/446) [http://alislamarrahman.wordpress.com/knowledge/jauhilah-mendatangi-dukun-dan-paranormal-dalam-menyelesaikan-perkara/

Ketika shalatnya tidak diterima bukan berarti dia tidak perlu shalat, karena itu hanya akan menambah dosanya. Jadi saking besarnya dosa sekedar bertanya kepada dukun sampai dosanya seimbang dengan pahala 40 hari shalat. (http://al-atsariyyah.com/hukuman-bagi-pelanggan-para-dukun.html)

 

Bersambung ke: Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (7) [Hukuman Untuk Si Dukun]

20 comments on “Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (6) [Hukum Mendatangi/Bertanya kepada Dukun]

  1. saya mendatangi seorang ustad karena suami tdk pulang sdh 3 bln, terus ustad tsb melakukan komunikasi melalui roh rawan suami saya melalui asistennya, maka saya dan ustad tsb berkomunikasi dgn roh suami saya untuk mengajak pulang ke rumah. Ustad tsb meminta baju suami saya untuk didoakan. Apakah hal ini termasuk perbuatan syirik?

  2. awalnya kita menemui ustad tsb untuk berdoa dengan anak yatim asuhannya, pas kami dibawa ke mushallanya kita kaget melihat ritualnya. Anak saya langsung bertanya ke ustad tsb apakah perbuatan yg barusan syirik?, ustad tsb menjawab tdk, tapi anak saya dan saya sebenarnya tdk percaya, terus kami langsung pulang

  3. mudah2an Allah mengampuni dosa kami, karena kami awalnya tdk berniat mengikuti ritual tsb, dan anak sayapun spontan menanyakan ritual tsb termasuk kategori syirik atau tdk ke ustad tsb karena kami tdk mau tergelincir kepada hal-hal yg mengsekutukan Allah.

  4. helm saya pernah hilang… karena saya kesal saya cuma niat pingin tau siapa yang mengambil… jd saya tanya sama kerabat saya yang mempunyai ilmu lebuh,, apakah itu dosa??? saya kan tidak pingin tau siapa yang ambil helm…

    • Bertanya tapi tidak pingin tau? mungkin antum salah ketik. Bertanya seperti itu jelas berdosa, yang seperti itu termasuk ilmu gaib dan tidak boleh ada seorang pun yang meng-klaim mengetahui. Jika terjadi kehilangan seperti itu, kalau mau antum bisa memaafkan pelakunya, dan berharap agar Allah mengampuni dosa kita. Jika tidak bisa memaafkan, maka antum bisa menuntut keadilan di hadapan Allah ‘azza wa jalla. Yang harus dilakukan sekarang adalah bertaubat untuk tidak mengulanginya lagi (bertanya terkait ilmu gaib)

      • Assalamualaikum.,

        Saya mau tanya, apakah bertanya masalah nasib seperti tempat tinggal yg cocok buat kita,trus menyimpan benda seperti kulit rusa yg di kasih tulisan rajah sebagai penjaga dari serangan gaib atau di maksud penjajakan, apakah itu diperbolehkan?

        • Wa’alaikumus salam
          1. Tidak boleh, hal tersebut termasuk Tathoyyur, yang dilarang dalam islam
          2. Tidak boleh, jimat dalam bentuk apapun tetap diharamkan (walaupun bertuliskan huruf arab)
          Keduangnya mengandung unsur bergantung kepada selain Allah dan meniadakan tawakkal hanya kepada Allah

  5. Saya punya seorang kerabat..katakanlah namanya FB..ia pernah di tipu hingga ia memiliki banyak utang..beberapa bulan lalu ia mengabarkan bahwa ia dikenalkan pada seseorang yg disebutnya ustad..si ustad ini menyatakan bahwa ia bisa membantu melunasi hutang FB..si ustad ini menyatakan bahwa di pekarangan rumah FB terdapat emas..jadi si ustad meminta FB menggali lubang yg sangat dalam..dan meletakkan kain kafan di dasar lubang..dan ustad akan berdoa dan mengambil emas tersebut..namun sudah beberapa bulan,si ustad belum datang dengan alasan emas itu belum ada..dan kmudian si ustad terus menyatakan syarat syarat yg harus di lakukan FB..misalnya berpuasa 40 hari berturut turut,makan nasi putih tanpa lauk apapun,melakukan zikir kepada Allah selama ber minggu minggu,dll..yang ingin saya tanyakan
    1.apakah si FB tersebut telah melakukan hal yg musyrik dan berdosa? Tapi semua syarat tersebut dilakukan dengan nama Allah seperti berzikir,membaca alquran dll.
    2.Bagaimana hukum melakukan hal tersebut?
    3.Apakah benar ada hal hal seperti halnya emas tersebut?
    Terima kasih

  6. saya mau bertanya, ustadz..
    1. apa hukumnya ketika kita datang ke orang pintar, kemudian meyakini yg diucapkan mereka, tapi kemudian kita tidak mempercayai karena merasa ucapan mereka ada yg tidak benar? apakah tetap musyrik?

    2. jika mendatangi lebih dari 1 orang pintar (misal 2 orang), apakah sholat yg tidak diterima akan mnjadi 80 hari? (40×2)

    3. untuk yang meyakini ucapan orang pintar dan dianggap musyrik, adakah kafaratnya untuk menebus kesalahan tersebut?

    4. untuk pengobatan orang yg kena sihir, apakah ada cara syari lainnya selain ruqyah?

    mohon jawabannya. jazakallahu khairan katsir

    • 1. Ya, berdasarkan keumumuman dalil. Orang yang percaya tersebut akan tambah kafir jika ternyata apa yang diucapkan dukun tersebut benar. Ini kadang-kadang terjadi, seperti disebutkan dalam hadits:
      Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha dia berkata;
      سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاسٌ عَنْ الْكُهَّانِ فَقَالَ لَيْسَ بِشَيْءٍ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَا أَحْيَانًا بِشَيْءٍ فَيَكُونُ حَقًّا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنْ الْحَقِّ يَخْطَفُهَا مِنْ الْجِنِّيِّ فَيَقُرُّهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ فَيَخْلِطُونَ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ
      “Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai dukun-dukun, lalu beliau menjawab: “Mereka (para dukun) bukanlah apa-apa.” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah! Terkadang apa yang mereka ceritakan adalah benar.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perkataan yang nyata (benar) itu adalah perkataan yang dicuri oleh jin, kemudian dia membisikkannya ke telinga walinya (dukun) lalu mereka mencampuradukkan bersama kebenaran itu dengan seratus kedustaan.” (HR. Al-Bukhari no. 5762 dan Muslim no. 2228) [http://al-atsariyyah.com/hukuman-bagi-pelanggan-para-dukun.html]
      Jadi tidak boleh bertanya dan mempercayai dukun!
      2. Yang jelas dosanya juga dua kali lipat. Tidak diterimanya sholat 40 hari tersebut sebagai kafarat karena bertanya kepada dukun. Ustadz Abu Umar Basyir pernah mengatakan bahwa ukuran 40 tersebut bukan takaran yang pasti yang bisa dikali-lipatkan. Bahkan sebagian ulama memahami bahwa 40 itu seperti 7 atau 70 yang berarti banyak. Bukan berarti persis 7 atau 40. Jagi harus diyakini bahwa bukan jumlahnya secara pasti, tetapi pahalanya akan dicabut lebih lama, sehingga pelakunya harus lebih banyak bertaubat. wallahu a’lam
      3. Taubat Nasuha
      4. Makan 7 butir kurma ajwa setiap pagi. Akan lebih baik jika dipadukan dengan habbatus sauda, madu, dan minyak zaitun. Ketiganya dikonsumsi setiap 4 jam sekali. Bisa ditambahkan dengan meminum air zam-zam dan berdoa dengannya. Jangan lupa dzikir pagi dan petang.

  7. adik saya kena struk perdarahan otak secara tiba2 tanpa sebab, usia masih muda 24 tahun. setelah keluar dr rumah sakit kami berikhtiar ke tukang pijat, di tempat pijat yg terakhir kami datangi, tukang pijatnya dgn izin Allah bisa meringankan anggota tubuh yg tadinya kaku. namun tukang pijatnya berkata bahwa sakit adik saya disebabkan oleh “kiriman orang” (sihir). dan katanya yg memijat bukanlah beliau, namun yg memijat adalah yg ada di tangan beliau (mungkin maksudnya ada jin yg membantu memijat dan berada di tangan si tukang pijat).. kami tidak menanyakan penyebabnya, tapi tiba2 tukang pijatnya yg lgsg menjelaskan demikian.

    jika kami datang lagi untuk pijat kesana, apakah itu termasuk mendatangi orang pintar? kami tidak bertanya tentang hal ghaib, hanya ingin berikhtiar pijat, karena dgn tukang pijat yg sebelumnya hasilnya tidak sebaik yg disini. apakah tetap haram jika kita tahu yg memijat ternyata ada “sesuatu” yg membantu?

    mohon pencerahannya

    • Berita dari orang tersebut bahwa yang memijat adalah jin merupakan ilmu gaib yang tidak dapat diketahui oleh manusia biasa. Orang tersebut jelas dukun dan tidak boleh lagi (haram) meminta bantuan kepadanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s