Gallery

Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (5) [Perbedaan Ustadz/Kyai dengan Dukun]

 Artikel sebelumnya di: Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (4) [Adakah Karomah dalam Islam?]

 

salafiyunpad.wordpress.com

salafiyunpad.wordpress.com

D.   Perbedaan Ustadz/Kyai dengan Dukun

Definisi Dukun

Yang dimaksud dengan istilah dukun (kahin, dalam bahasa arab) adalah orang yang mengabarkan perkara gaib yang terjadi di masa depan dengan bersandarkan pada pertolongan syaitan (jin) (lihat al-Mulakhash fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 174). Ada pula yang menafsirkan istilah ‘kahin’ dengan setiap orang yang mengabarkan perkara gaib di masa depan atau di masa lampau yang tidak diketahui kecuali oleh Allah, dan hal itu didapatkannya dengan cara meminta bantuan kepada jin. Dukun dan tukang sihir itu memiliki kesamaan dari sisi kedua-duanya sama-sama meminta bantuan jin untuk mencapai tujuannya (lihat at-Tam-hid li Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 317). Apabila dicermati, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya istilahkahin/dukun itu dipakai untuk menyebut orang yang mengambil berita dari sumber -jin- yang mencuri dengar -berita dari langit yang disampaikan oleh malaikat- (lihatFath al-Majid, hal. 282, al-Qaul al-Mufid ‘ala Kitab at-Tauhid, 1/329).

Adapun yang disebut dengan ‘Arraf (orang pintar) adalah orang yang memberitakan tentang berbagai peristiwa seperti halnya mengenai barang curian, siapa yang mencurinya, barang hilang dan di mana letaknya -melalui cara-cara tertentu yang tidak masuk akal-. Sebagian ulama memasukkan kahin/dukun dan munajjim/ahli astrologi dalam kategori ‘Arraf. Ini artinya cakupan ‘Arraf itu lebih luas daripada Kahin. Walaupun ada juga yang berpendapat ‘Arraf sama dengan Kahin. Ada juga yang mengatakan bahwa ‘Arraf adalah orang yang memberitakan perkara-perkara yang tersembunyi dalam hati (lihat Fath al-Majid, hal. 285-286, al-Qaul al-Mufid ‘ala Kitab at-Tauhid, 1/330,337).

Pendapat yang kuat -sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh Shalih alu Syaikh- adalah penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang menyatakan bahwasanya istilah ‘Arraf itu umum, mencakup dukun, ahli nujum, dan semacamnya yang mengaku mengetahui perkara-perkara gaib -masa lalu atau masa depan- dengan cara-cara perbintangan, membuat garis di atas tanah, melihat air di dalam mangkok, membaca telapak tangan, melihat rasi bintang/horoskop, dsb. (lihat at-Tam-hid, hal. 319 dan 324-325). [http://abumushlih.com/membongkar-kedustaan-wali-syaitan.html/]

Hakikatnya semuanya bermuara pada satu titik kesamaan yaitu meramal, mengaku mengetahui perkara ghaib (sesuatu yang belum diketahui) yang akan datang, baik itu terkait dengan nasib seseorang, suatu peristiwa, mujur dan celaka, atau sejenisnya. Perbedaannya hanyalah dalam penggunaan alat yang dipakai untuk meramal. Ada yang memakai kerikil, bintang, atau yang lain…. (dinukil dari Kitabut Tauhid)

Dengan demikian, apapun nama dan julukannya, baik disebut dukun, tukang sihir, paranormal, ‘orang pintar’, ‘orang tua’, spiritualis, ahli metafisika, atau bahkan mencatut nama kyai dan gurutta (sebutan untuk tokoh agama di Sulawesi Selatan), atau nama-nama lain, jika dia bicara dalam hal ramal-meramal dengan cara-cara semacam di atas maka itu hukumnya sama: haram dan syirik, menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala. [http://asysyariah.com/dukun-dan-ciri-cirinya.html]

Meskipun mereka memakai sorban, peci, sarung, atau pun berkalungkan tasbih dan sajadah. Mereka adalah antek-antek dan kawan-kawan Iblis, para wali syaitan, bukan wali Allah! (http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mereka-adalah-penjahat)

Karena hakikat dan hukum tidak akan berubah dengan berubahnya nama, yakni: Selama hakikat dari sesuatu itu sama maka hukumnya juga sama walaupun namanya berbeda. (http://al-atsariyyah.com/hukuman-bagi-pelanggan-para-dukun.html)

Demikian pula istilah-istilah ilmu yang mereka gunakan, baik disebut horoskop, zodiak, astrologi, ilmu nujum, ilmu spiritual, metafisika, supranatural, ilmu hitam, ilmu putih, sihir, hipnotis dan ilmu sugesti, feng shui, geomanci, berkedok pengobatan alternatif atau bahkan pengobatan Islami, serta apapun namanya, maka hukumnya juga sama, haram. [http://asysyariah.com/dukun-dan-ciri-cirinya.html]

Perhatian!

Definisi dukun dalam pembahasan ini khusus dukun yang mengaku-ngaku ilmu ghaib/meramal atau berhubungan dengan jin. Tidak termasuk di dalamnya pengertian dukun secara umum seperti yang ada di Indonesia, seperti: dukun pijat, dukun bayi, dukun patah tulang, dukun tabib, dll. Mereka ini jika tidak bergelut dengan jin dan ilmu ghaib, tentu tidak dihukumi sebagai ‘arraf yang musyrik.

 

Definisi Kyai/Ustadz (Tulen)

Dalam kamus Bahasa Indonesia,  Prof. Dr. J.S Badudu mendefinisikan Kyai sebagai sebutan terhadap seseorang yang dipandang dan diakui sebagai ulama’ Islam. (http://ruqyahislam.blogspot.com/p/terpikat-dukun-berbaju-kyai.html)

Para ‘Ulama yang sebenarnya merupakan orang yang bertaqwa. Hal ini merupakan bukti imannya kepada Allah.

Lihatlah bagaimana Allah Ta’ala berfirman tentang hamba-hambanya yang paling mulia, yaitu para Nabi ‘alahimus wassalam (artinya) :

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami” (QS. Al Anbiya: 90)

Oleh karenanya, seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah.

Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28) [http://muslim.or.id/aqidah/memupuk-rasa-takut-kepada-allah.html]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 308). [http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/4352-ilmu-membentengi-dari-maksiat.html]

Orang yang memiliki ilmu tentang agama Allah akan paham benar akan kebesaran Allah, keperkasaan-Nya, paham benar betapa pedih dan ngeri adzab-Nya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu’alahi Wasallam bersabda kepada para sahabat beliau: “Demi Allah, andai kalian tahu apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pun akan enggan berlezat-lezat dengan istri kalian di ranjang. Dan akan kalian keluar menuju tanah datang tinggi, mengiba-iba berdoa kepada Allah” (HR. Tirmidzi 2234, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi) [http://muslim.or.id/aqidah/memupuk-rasa-takut-kepada-allah.html]

Bagaimana dengan orang-orang yang mengaku/dianggap sebagai ulama tetapi melakukan perbuatan syirik, yakni sebesar-besar maksiat dan dosa yang tidak terampuni (an-Nisa: 48). Dimanakah rasa takut mereka saat mereka mengaku mengetahui ilmu ghaib dan mendemonstrasikan sihir?

Hendaklah orang-orang yang masih sehat akalnya tidak tertipu dengan berbagai atribut agama yang mereka kenakan!

 

Perbedaan Dukun dengan Ustadz/Kyai tulen

Di masa sekarang ini, para tukang sihir dan dukun muncul dengan julukan tabib atau ahli pengobatan. Mereka membuka tempat-tempat praktik serta mengobati orang-orang dengan sihir dan perdukunan. Namun mereka tidak mengatakan: “Ini sihir, ini perdukunan.” Mereka tampakkan kepada manusia bahwa mereka mengobati dengan cara yang mubah, serta menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala depan orang-orang. Bahkan terkadang membaca sebagian ayat Al-Qur’an untuk mengelabui manusia, tapi dengan sembunyi mengatakan kepada orang  yang sakit, “Sembelihlah kambing dengan sifat demikian dan demikian, tapi jangan kamu makan (dagingnya), ambillah darahnya”, “Lakukan demikian dan demikian”, atau mengatakan “Sembelihlah ayam jantan atau ayam betina” ia sebutkan sifat-sifatnya dan mewanti-wanti “Tapi jangan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala”. Atau menanyakan nama ibu atau ayahnya (pasien), mengambil baju atau topinya (si sakit) untuk dia tanyakan kepada setan pembantunya, karena setan juga saling memberi informasi. Setelah itu ia mengatakan: “Yang menyihir kamu itu adalah fulan”, padahal dia juga dusta. Maka wajib bagi muslimin untuk berhati-hati. (I’anatul Mustafid) [http://asysyariah.com/dukun-dan-ciri-cirinya.html]

Di bawah ini adalah perbedaan-perbedaan yang harus diketahui antara dukun dengan Ustadz/Kyai yang lurus tauhid dan manhajnya, agar kita tidak salah melangkah yang akan mengakibatkan kerugian dunia dan akhirat.

Perbedaan

Dukun

Ustadz/Kyai

Jenis  Ilmu

Ilmu hitam/sihir/ ilmu azimat /ilmu metafisika Ilmu agama

Media

Kekuatan dan aji kesaktian, tenaga dalam, Ketaatan pada Alloh

Cara perolehan

Ngelmu yang bertentangan dengan syari’at agama (bertapa, puasa pati geni, merapal hizib, latihan tenaga dalam dll) Belajar agama dan membentuk kesalehan diri

Sumber ilmu

Iblis/syetan/Khodam jin (jin yang ngaku malaikat) Al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman para salafush Sholih

Pasien diarahkan

Untuk setia dan taat kepada dirinya dan jauh dari Allah Untuk taat kepada Allah jalla wa a’la

Motivasi menolong

Materi, keuntungan, kepuasan Sebagai ibadah

Bentuk komunikasi

Pamer kemampuan kesaktian, meramal-ramal, segala diramal padahal banyak yang tidak perlu, banyak menceritakan yang akan terjadi padahal belum tentu bermanfaat, senang dipuji, menolong tanpa menimbang-nimbang perlu tidaknya pertolongan diberikan Mengindari pamer kemampuan diri (tawadhu), memberikan nasehat dan bimbingan agama, menghindari meramal-ramal, berhenti melayani orang bila persepsi orang padanya adalah tukang ramal, memilih mana yang perlu diceritakan dan yang tidak kepada orang awam.

Sifat pelayanan

(1) Tidak ada usaha memperbaiki pasien agar menjadi lebih baik dan lebih benar dalam menjalan syariat agama dan kehidupan, (2) melayani keinginan apa saja termasuk balas dendam. (3) melakukan praktek perdukunan, senang memperlihatkan kemampuan bacaan gaibnya, suka sekali memberikan azimat atau benda-benda bertuah, senang memberi hizib/amalan kesaktian. (4) Jarang sekali atau tidak memberikan nasehat kebaikan dan takwa pada orang-orang yang datang kepadanya, tidak memperingatkan agar orang tidak bertanya apa-apa yang akan terjadi, agar menjauhi kemusyrikan Membimbing untuk lebih taat beribadah, memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas kesadaran diri. lebih mementingkan memberikan taushiyah atau nasihat-nasehat ketakwaan dan selalu menjaga diri dari kebiasaan meramal-ramal

Yang disambat atau dituju

Makhluk-makhluk halus, khodam jin, arwah-arwah karuhun yang sewaktu hidup dikenal sakti Allah jalla wa a’la

Yang dianjurkan

Bertentangan dengan ajaran agama Sesuai dengan ajaran agama

Dampak bagi yang sering dekat

Kagum, hormat dan ketagihan terus bertanya agar meramal yang akan terjadi dan melayani keinginan dirinya Kesadaran agama dan keshalehannya meningkat

(http://metafisis.wordpress.com/2012/10/06/perbedaan-kyai-vs-dukun/) (dengan perubahan)

Waspadai juga ciri-ciri dukun berikut ini:

1. Bertanya kepada yang sakit tentang namanya, nama ibunya, atau semacamnya.

2. Meminta bekas-bekas si sakit baik pakaian, sorban, sapu tangan, kaos, celana, atau sejenisnya dari sesuatu yang biasa dipakai si sakit. Atau bisa juga meminta fotonya.

3. Terkadang meminta hewan dengan sifat tertentu untuk disembelih tanpa menyebut nama Allah l, atau dalam rangka diambil darahnya untuk kemudian dilumurkan pada tempat yang sakit pada pasiennya, atau untuk dibuang di tempat kosong.

4. Menulis jampi-jampi dan mantra-mantra yang memuat kesyirikan.

5. Membaca mantra atau jampi-jampi yang tidak jelas.

6. Memberikan kepada si sakit kain, kertas, atau sejenisnya, dan bergariskan kotak. Di dalamnya terdapat pula huruf-huruf dan nomor-nomor.

7. Memerintahkan si sakit untuk menjauh dari manusia beberapa saat tertentu di sebuah tempat yang gelap yang tidak dimasuki sinar matahari.

8. Meminta si sakit untuk tidak menyentuh air sebatas waktu tertentu, biasanya selama 40 hari.

9. Memberikan kepada si sakit sesuatu untuk ditanam dalam tanah.

10. Memberikan kepada si sakit sesuatu untuk dibakar dan mengasapi dirinya dengannya.

11. Terkadang mengabarkan kepada si sakit tentang namanya, asal daerahnya, dan problem yang menyebabkan dia datang, padahal belum diberitahu oleh si sakit.

12. Menuliskan untuk si sakit huruf-huruf yang terputus-putus baik di kertas atau mangkok putih, lalu menyuruh si sakit untuk meleburnya dengan air lantas meminumnya.

13. Terkadang menampakkan suatu penghinaan kepada agama misal menyobek tulisan-tulisan ayat Al-Qur’an atau menggunakannya pada sesuatu yang hina.

14. Mayoritas waktunya untuk menyendiri dan menjauh dari orang-orang, karena dia lebih sering bersepi bersama setannya yang membantunya dalam praktik perdukunan. (Kaifa Tatakhallas minas Sihr)

Ini sekadar beberapa ciri dan bukan terbatas pada ini saja. Dengannya, seseorang dapat mengetahui bahwa orang tersebut adalah dukun atau penyihir, apapun nama dan julukannya walaupun terkadang berbalut label-label keagamaan semacam kyai atau ustadz. (http://asysyariah.com/dukun-dan-ciri-cirinya.html)

 

Trik-trik murahan yang digunakan para dukun

Terkadang mereka menggunakan kalimat-kalimat seperti : “inikan hanya ikhtiar, yang menentukan kan Tuhan”.

Trik-trik itu sangat “jitu” dan sangat “efektif” untuk menipu orang-orang awam muslim yang jahil (bodoh) (http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2012/04/06/orang-pintar-berkedok-kyai-ustadz/)

Berikut trik-trik yang lain:

1. Menggunakan pasien palsu, drama bohongan untuk mengelabui penonton

2. Mengaku punya pelanggan artis, pejabat, politisi, pengusaha sukes unuk meningkatkan pamor

3. Menggunakan ayat-ayat dari Al-Qur’an (yang diputar balikkan maknanya) dan hadist-hadist palsu (yang dimodifikasi untuk membenarkan praktik sihirnya)

4. Tidak segan-segan mewajibkan puasa-puasa tertentu yang tidak disyariatkan untuk mencapai “ilmu-ilmu” fiktif tertentu, misalnya: ilmu pedang senja!?

5. Menggunakan gelar-gelar keduniaan (s2/s3), agar disebut intelek

6. Sambil berjualan barang-barang keramat (bisa berupa berupa keris, kaos, sabuk, batu cincin, dompet, bahkan foto-foto semua guru yang telah “diisi”)

7. Meramal dengan perkataan secara umum (tidak mendetil), sehingga celah-celah kosongnya bisa digunakan sebagai alasan /’ ngeles’ bila ramalannya meleset

8. Melecehkan perguruan lain, hal ini karena mereka sama-sama tahu tentang kebusukan sesama paranormal

9. Menggemborkan ilmu-ilmu fiktif seperti: pedang senja hikmatul rohim, fathyatul sinai, selereng pisau dan lain-lain. Semakin meyakinkan lagi jika dibumbui dengan dongeng-dongeng mistis seputar ilmu tersebut

10. Menggunakan kata khodam, makhluk astral, atau ascended master (makhluk karangan yang konon mereka akui sebagai malaikat tapi keberadaannya tidak ada didalam Al-Quran

11. Menumbuhkan sugesti para pengikut dan pasien yang menghadiri ceramah/pengajian keagamaan yang dibumbui dengan:

a. penjualan benda-benda bertuah (jimat);

b. aksi-aksi kesurupan (membuat salah satu pengikut menjadi kesurupan serta penyembuhan), penyembuhan-penyembuhan ghaib, ramalan-ramalan, demonstrasi kekebalan dan lain-lain

c. pengkultusan guru mereka (memberi barang pribadi guru tersebut, mencantumkan nama guru mereka untuk dishalawatkan, memberikan suatu pemikiran syirik yaitu seakan-akan para pengikutnya akan ditolong oleh guru mereka dimanapun mereka berada seakan-akan guru mereka bukan manusia biasa)

d. cerita-cerita tentang kesaktian seseorang, tentang ilmu-ilmu ghaib yang bisa dipelajari yang dimaksudkan untuk memberikan pandangan bahwa mereka seakan-akan mengenal dunia ghaib

Tentu segala bumbu tersebut akan ditutup dengan bualan: “ilmu yang kami ajarkan datangnya dari Allah”

 

Mangsa empuk para dukun

Berikut ini kriteria orang-orang yang mudah ‘dikibuli’ para pembohong:

1. Orang yang pemalas dan cepat frustasi, maunya kaya dan  mendapat jabatan dengan cara instan, tidak mau bekerja keras

2. Bodoh, pengetahuan agamanya minim, apalagi imannya yang sangat tipis, mau-maunya ditipu sama dukun (baca: pendusta), walaupun bergelas S2/ S3

3. Tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri, bertawakkal kepada dukun dan jin

4. Mau melakukan apa saja demi meraih kejayaan semu, walaupun harus berkubang dalam kesyirikan

(http://feehas.wordpress.com/2012/03/31/pengakuan-mantan-dukun-ternama/) Selengkapnya, bacalah situs tersebut

 

Bersambung ke: Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (6) [Hukum Mendatangi/Bertanya kepada Dukun]

Advertisements

117 comments on “Ini Ustadz, Kyai, Wali, atau Dukun? (5) [Perbedaan Ustadz/Kyai dengan Dukun]

  1. assalamu’alaikum wr.wb.

    bismillah semoga Allah swt. memberi petunjuk.
    saya mau bertanya semuanya sebelum terlambat dan mohon dibantu menjawab sedetail2nya.

    begini ceritanya awal mula ada tetNgga saya memperkenalkan adik saya dg gurunya,dia mengaku sebagai gus murid dari gusdur/tukang pijit gus dur sedari muda dan sekarang sudah mendapatkan ilmunya dan sudah mempunyai pondok pesantren dan punya bnyak santri diseluruh indonesia.

    tetapi ketika bertemu adik saya beliau bilang kalau adik saya ini adalah titisan dAri kerajaan dahulu kala karna beliau jg bilang dy masih keturunan ningrat dan saya percaya karna dr mbah2 kami dulu memang berpengaruh dan ada moyang2 kami orang yang pintar tapi entah pintar bagaimana saya tidak mengetahuinya.

    selang beberapa hari setelah itu beliau bilang kalau adik saya dipelet dg pacarannya dan diraja dg sapu tangan yang pernah diberi,saya percaya karna sedari adik saya pacar dengan pacarnya dy aneh ketika saya suruh tinggalkan pAcarnya yang jauh dengan alasan tidak dilamar2 dia tidak mau dan menangis trus tidak mau kalau tidak dg pacarnya.
    setelah dihilangin ole gus dy sudah berubah total sikapnya dan dia sudah tidak peduli dg pacarnya dan dia skrg sudah dimasukkan kerja dipns oleh gus tsb.
    dan ketika saya ingat sapu tangan saya pun juga pernah dapat sapu tangan dari suami diwaktu berpacaran dahulu,lalu gus pun bilang kalau saya juga menikah itu bukan alami tapi karna dipelet dan gus bilang kalau suami saya itu suka main perempuan,hyper sex dan punya selingkuhan tmn smp yang sama2 punya suami,dan berhubungan dg mantanya yg sudah menikah.
    saya dari awal memang curiga tpi entah saya percaya atau tidak,dia sepertinya jujur tetapi saya liat fbnya ternyata dia masih mencari kabar mantan pacarnya dahulu,saya banyak menemukan pencarian difbnya beberapa nama wanita sebelum saya menikah hingga bulan kemaren dan saya dapati juga dia menyimpan video dewasa tys apagunanya jika dia sudah ada istri dan anak,saya dulu setelah menikah pernah dibilangin temen saya kalau suami saya masih berhubungan dg mantannya yg sudah menikah tpi dia pura2 mencintai saya karna saya hanya untuk cadangan tpi dulu saya belum percaya krna tidak ad bukti yg nyata.
    saya tidak boleh suami bertemu dg gus karna alasan dia menggangap gus tsb dukun,tetapi kata gus saya tidak bole bertemu karna suami saya takut ketahuan rahasianya dan kalau suami saya banyak dukunnya.
    tpi saya sedikit percaya dg gus karna apa yg dibilang ad benarnya,dulu sebelum saya diajak serius pernah blg dalam hati kalau saya tidak suka dg dia tapi saya tidak mau ditinggal dia,dan mau menikahpun saya ingin menggagalkannya tapi tidak bisa,karna setelah menikah saya menemukan kertas bertuliskan arab ad 2 tempat kosong titik yang bertuliskan nama anak bin nama ayah dan do’a keselamatan.
    sekarang saya juga sudah dihilangkan peletnya sekarang saya sudah plong,dulu yang hanya menangis memendam dihati tidak bisa saya ungkapkan sampai sering pusing dan sesak.
    dan saya sudah disuruh mandi air garam agar suami saya benci dg saya karna menurut gus pernikahan saya sudah tidak dapat dipertahankan kena kelewatan kelakuannya.
    katanya dalam waktu 9hari dimulai dari kmren dia akan menceraikan saya.

    tys bagaimana pendapatnya sampyan saya harus mengikuti jln gus tsb atau bagaimana karna saya sendiri tidak mengetahui????
    terima kasih
    dan mohon maaf jika cerita dari pertanyAan saya banyak dan membingungkan karna saya lagi bingung.
    wassalam.

    • 1. Menurut cerita Saudari, gus tersebut jelas seorang dukun, dukun merupakan budak setan, tidak boleh dipercayai seluruh ucapannya. Ingat salah satu tujuan terbesar setan adalah memisahkan hubungan suami-istri. Segera putus hubungan komunikasi dengan dukun tersebut
      2. Hentikan segala kecurigaan dengan suami saudari, bukannya menyelesaikan masalah, hal tersebut hanya akan menggiring kepada perceraian
      3. Yang paling penting adalah mendakwahkan tauhid kepada suami, jelaskan bahwa jimat merupakan perbuatan syirik yang sangat besar dosanya. Ajak ke tempat pengajian yang mengajarkan manhaj yang lurus yang terbebas dari kebid’ahan
      semoga Allah memudahkan urusan Saudari

  2. assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya suka membantu teman dan murid-murid di sekolah ketika mereka sakit.
    Saya suruh mereka untuk syahadat , sholawat dan istighar yang banyak
    saya suruh mereka yang sakit untuk memaafkan semua orang dan membersihkan hati dari semua ganjalan.
    Saya Insya Allah merasakan apa yang dia rasakan. Jika dia masih menyimpan marah, dada saya terasa panas jika dia masih ada yang belum bisa di maakan, dada saya seperti ada tekanan. Dan jika zikirnya belum sampai ke hati saya merasakan hampa. Dan jika zikirnya sudah sampai ke hati, atau orang yang biasa zikir, dada saya terasa sejuk dan terkadang seluruh ruangan, saya merasakan sejuk.
    Saya tempelkan tangan ke bagian yang sakit atau kalau perempuan ada jarak, saya minta pada Allah (Ya Allah hamba mohon Kuasa dan Kehendak-Mu, agar saya dan dia diberikan kesembuhan) kemudian saya saya zikir secara berulang.
    Insaya Allah saya merasakan yang tidak pas pada telapak tangan saya (terkadang terasa di tusuk, terkadang terasa di tusuk, terkadangan tekanan, terkadang seperti ada yang bergerak, jika betul dia sakit. Saya terus berzikir sampai tangan saya terasa sejuk.
    Saya selama ini tidak meminta bayaran dan tujuan saya supaya orang dan saya kembali kepada Allah.
    Saya berfikir, sakit itu adalah cara Allah agar kita kembali pada Allah.
    Apakah yang saya lakukan tidak menyimpang dari akidah

    • Kalimat ini mengandung sesuatu yang musykil:
      ” …Saya Insya Allah merasakan apa yang dia rasakan. Jika dia masih menyimpan marah, dada saya terasa panas jika dia masih ada yang belum bisa di maakan, dada saya seperti ada tekanan. Dan jika zikirnya belum sampai ke hati saya merasakan hampa. Dan jika zikirnya sudah sampai ke hati, atau orang yang biasa zikir, dada saya terasa sejuk dan terkadang seluruh ruangan, saya merasakan sejuk…..”
      Waspadalah terhadap tipu daya iblis atas hal ini. Bahkan nbi pun tidak mengetahui isi hati seseorang. Simak hadits berikut ini:

      Dari Usamah bin Zaid ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kami bersama pasukan kecil maka kamipun menyerang beberapa dusun dari qobilah Juhainah, maka akupun berhadapan dengan seseorang (tatkala dia telah kalah dan akan aku bunuh) dia mengucapkan la ilaha illallah, akupun tetap menikamnya. Namun setelah itu aku merasa tidak enak akan hal itu maka akupun menceritakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apakah ia mengucapkan la ilha illallah lantas engkau tetap membunuhnya??”. Aku berkata, “Ya Rasulullah, dia mengucapkannya hanya karena takut pedangku!”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mengapa engkau tidak membelah hatinya hingga engkau tahu bahwa dia mengucapkannya karena takut atau tidak!?”. Berkata Usamah, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terus mengulang-ngulang perkataannya kepadaku itu hingga aku berangan-angan seandainya aku baru masuk Islam saat itu” HR Muslim 1/96

      Hati ini lemah. tolaklah hal-hal yang berbau campur tangan setan seperti ini

  3. Assalamu’alaikum wr.wb..
    Terimah kasih banyak atas info dan masukan tentang Dukun/sanro’ dalam bahas Bugis..
    Karna kenpa kebanyakan orang Bugis yang tinggal di Sulsel selalu mengandalkan dukun dalam suatu hal biasa dalam pengobatan,barang hilang,santet,ramalan,dan yang paling banyak ke dukun adalah orang yang mau cepat kaya dan bertanya2 tentang kapan rezeki sya datang..
    Dan sangat membuat percaya selalu mengatas namakan Nama Allah SWT..
    Bagaiman penyataan anda, tolong info masukannya…?
    Terimah kasih……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s