Gallery

Dapatkan Property (Rumah) di Surga, Gratis*, Tanpa Kredit! (Disertai Kiat-Kiat Menghiasinya)

naturehdwallpaper.com

naturehdwallpaper.com

 

*Syarat & Ketentuan Berlaku: Khusus bagi yang mau beramal dengan amalan-amalan berikut ini:

Rumah di Surga

Sumber: Majalah Al-Mawaddah, Edisi ke-4, Tahun ke-2, Dzulqo’dah 1429H / November 2008

 

Tambahan Faidah

A. Apa yang dimaksud memuji-Nya?

Perhatikan hadits Abu Musa Al-Asy’ary di atas

Yang dimaksud adalah bersyukur, yaitu dengan memuji Allah atas musibah tersebut. Seperti dicontohkan Rasulullah dalam hadits A’isyah beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam apabila melihat apa yang ia sukai menyatakan, ‘Alhamdulillahilladzi bini’matihi Tatimmu Al Shalihaat.’ Dan bila melihat (mendapati) sesuatu yang tidak beliau sukai mengucapkan, ‘Alhamdulillahi ‘Ala Kulli Hal.’” (HR Ibnu Majah dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no. 4727). (http://ustadzkholid.com/sabar-menghadapi-cobaan/)

Inilah tingkatan (derajat) tertinggi kesabaran, yang sangat sedikit orang yang bisa mencapainya, apalagi ketika ditimpa kematian salah seorang anaknya. Semoga Alloh memberikan taufiq bagi kita untuk bisa mencapainya.

Setelah memuji-Nya, barulah kita mengucapkan istirja’, sebagaimana hadits di atas. wallohu a’lam.

Ini amalan yang pertama!

Selengkapnya tentang sabar bacalah artikel: Saya Sedang Tertimpa Musibah, Alhamdulillah… (1)Saya Sedang Tertimpa Musibah, Alhamdulillah… (2); dan Saya Sedang Tertimpa Musibah, Alhamdulillah… (3)

 

B. Gambaran keindahan rumah di Surga

Sebelum menginjak ke amalan lainnya, ada baiknya kita gambarkan tentang keindahan Surga dalam hadits-hadits:

Pertama, firman Allah :

{لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِّن فَوْقِهَا غُرَفٌ مَّبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ}

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang Tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.” (QS az-Zumar : 20).

Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya (4: 64):

“Maksudnya rumah yang tinggi bertingkat” (http://pengusahamuslim.com/membangun-rumah-di-1656)

Kedua, Bersabda Rasulullah-shalllahu ‘alaihi wa sallam- dari hadits Abu Hurairah :

الجنة بناؤها لبنة من فضة و لبنة من ذهب و ملاطها المسك الأذفر و حصباؤها اللؤلؤ و الياقوت و تربتها الزعفران من يدخلها ينعم لا يبأس و يخلد لا يموت لا تبلى ثيابهم و لا يفنى شبابهم

“Surga itu bangunannya tersusun dari batako yang terbuat dari emas dan perak, adukan semennya adalah campuran misik alazfar, permata yakut, dan pasirnya adalah za’faran, barang siapa yang memasukinya akan menikmatinya dan tidak akan pernah binasa, dia akan kekal hidup tidak pernah mati, pakaian mereka tidak akan lusuh dan usia muda mereka di sana tidak akan pernah menua”. (HR. Ahmad dan Tirmizi dan Al-Albani mensahihkannya dalam Sahih al-Jami no 3116.) [http://www.abufairuz.com/2012/tazkiyatun-nufus/memiliki-rumah-di-surga/]

Ketiga, Dari Abu Bakr bin Abdullah bin Qais, dari ayahnya radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ خَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ مُجَوَّفَةٍ، عَرْضُهَا سِتُّونَ مِيلاً

“Di surga ada kemah dari mutiara yang dilubangi, lebarnya enam puluh mil.” (HR. al-Bukhari no. 4879) [http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2013/01/03/cara-mendapatkan-rumah-termewah-dengan-arsitektur-terindah/]

Dalam riwayat lainnya:

((إِنَّ لِلْمُؤْمِنِ فِى الْجَنَّةِ لَخَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ وَاحِدَةٍ مُجَوَّفَةٍ طُولُهَا سِتُّونَ مِيلاً لِلْمُؤْمِنِ فِيهَا أَهْلُونَ يَطُوفُ عَلَيْهِمُ الْمُؤْمِنُ فَلاَ يَرَى بَعْضُهُمْ بَعْضًا))

Sesungguhnya seorang mukmin mendapatkan kemah di surga dari satu mutiara yang berongga, panjangnya 60 mil. Seorang mukmin juga memiliki para istri di surga yang seorang mukmin keliling menggilirnya. Sebagian mereka tidak melihat sebagian lainnya.” (HR Muslim).  [http://pengusahamuslim.com/membangun-rumah-di-1656]

Keempat, Hadits:

…Maka mereka beranjak dan berlari kecil dalam surga sampai nampak bagi seorang dari mereka istana dari permata yang berongga. Maka mereka tersungkur sujud. Lalu dikatakan pada mereka: “Angkatlah kepalamu!” Maka dia mengangkat kepalanya. Maka dikatakan: “Sesungguhnya ini adalah rumah dari rumah-rumahmu.” Maka ia beranjak maka seseorang menyambutnya maka ia berkata: “Apakah engkau malaikat?” Maka dikatakan: “Sesungguhnya aku adalah salah satu kepala rumah tanggamu terhadap istana ini, ada seribu kepala rumah tangga di bawah pimpinanku, semuanya bertugas seperti tugasku.” Maka dia beranjak bersamanya di saat itu sampai dibukakan istana yang mana ia adalah permata berongga, atapnya, pintunya, gemboknya dan kuncinya dari permata itu. Lalu dibukakan baginya istana itu, maka dia disambut oleh permata hijau yang dilapisi warna merah sebesar tujuh puluh hasta, padanya ada enam puluh pintu, setiap pintu mengantarkan pada sebuah permata yang tidak satu warna dengan pemiliknya. (HR Al-Hakim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) [http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2013/01/03/cara-mendapatkan-rumah-termewah-dengan-arsitektur-terindah/]

Berkhayallah setinggi-tingginya, keidahan surga tidak akan dapat digambarkan dengan cara apapun saat kita masih di dunia!

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ مِصْدَاقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللَّهِ: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Aku telah menyiapkan sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas dibenak manusia untuk hamba-hambaKu yang shalih.’ Pembenarnya ada didalam kitab Allah ‘azza wajalla: “Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (As Sajdah: 17) (HR. Al-Bukhari no. 3244 dan Muslim no. 2824) [http://al-atsariyyah.com/surga-dalam-al-quran-dan-as-sunnah.html]

 

C. Amalan-amalan lainnya yang dapat menyebabkan seseorang mendapat rumah di surga

2, 3, 4, 5. Islam, beriman kepada Nabi, hijrah, dan jihad

Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabada:

أنا زعيم لمن آمن بي و أسلم و هاجر ببيت في ربض الجنة و بيت في وسط الجنة و بيت في أعلى غرف الجنة و أنا زعيم لمن آمن بي و أسلم و جاهد في سبيل الله ببيت في ربض الجنة و بيت في وسط الجنة و بيت في أعلى غرف الجنة فمن فعل ذلك لم يدع للخير مطلبا و لا من الشر مهربا يموت حيث شاء أن يموت

Aku menjamin– bagi siapa saja yang beriman denganku, masuk Islam dan hijrah– akan dibangunkan untuknya rumah di depan surga dan rumah di tengah surga dan rumah di tempat tertinggi dari bilik-bilik surga, dan aku menjamin bagi siapa yang beriman denganku dan Islam dan berjihad di jalan Allah dengan rumah di depan surga dan rumah di tengah surga dan rumah di atas bilik surga, maka barang siapa yang melakukan hal itu dengan tidak meninggalkan kebaikan kecuali dia lakukan dan tidak pula kejelekan kecuali dia berlari menghindar darinya maka matilah dimanapun dia mau”. (HR. An-Nasa’i, Ibnu hibban, al Hakim dan syeikh Al-Albani mensahihkannya dalam Sahih Al-Jami’ 1/235).  [http://www.abufairuz.com/2012/tazkiyatun-nufus/memiliki-rumah-di-surga/]

Hal tersebut senada dengan keharusan Iman kepada Allah dan amal shalih

{وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُم بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِندَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ لَهُمْ جَزَاء الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ}

Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka Itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di kamar-kamar (dalam surga).” (QS. Saba’: 37).

Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya (3: 714), berkata:

“Maksudnya adalah rumah-rumah surga yang tinggi dalam keadaan aman dari semua kekerasan, ketakutan, dan ganguan serta seluruh keburukan yang tidak disukai”

Baca juga QS ash-Shaf : 10-12 beserta Tafsir Ibnu katsir (4: 464) [http://pengusahamuslim.com/membangun-rumah-di-1656]

6. Membangun masjid.

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من بنى لله مسجدا بنى الله له بيتا في الجنة .متفق عليه

Barang siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangun baginya rumah di surga. Muttafaq ‘Alaihi.

Membangun masjid tidaklah bermakna harus menyelesaikannya sendiri tanpa batuan dari infak kaum muslimin lainnya. Tetapi segala yang dikeluarkan untuk menyempurnakan bangunannya walaupun dengan infak yang sedikit dianggap telah membangun masjid.

Di dalam kesempatan lain, Rasulullah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir:

من بنى لله مسجدا ولو كمفحص قطاة بنى الله له بيتا في الجنة

Barang siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun sebesar sangkar burung, maka Allah akan bangunkan untukknya rumah di surga. (HR. Bazzar, Ibnu Hibban dan Al-Albani mensahihkannya dalam Sahih al-Jami’ no 6128.)

Maksudnya bahwa sekecil apapun nilai harta yang dikeluarkan untuk membangun masjid, walaupun senilai harga sangkar burung telah dianggap turut membangun masjd dan akan diberikan ganjaran rumah yang dibangunkan baginya di surga. [http://www.abufairuz.com/2012/tazkiyatun-nufus/memiliki-rumah-di-surga/]

7. Memperbanyak membaca surat Al-Ikhlas, minimal 10 kali setiap hari.

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda:

مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِذَنْ أَسْتَكْثِرَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُ أَكْثَرُ وَأَطْيَبُ [الصحيحة : 2/137]

Siapa yang membaca  qulhuwa allahu ahad sampai selesai sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan membangunkan baginya istana di surga.” Umar bertanya: “Kalau begitu  kita memperbanyak istana wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Allah lebih banyak dan lebih baik.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 589 juz 2:137). [http://pengusahamuslim.com/membangun-rumah-di-1656]

8. Menutup shaf yang renggang ketika sholat

Berkata Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

من سد فرجة بنى الله له بيتا في الجنة ورفعه بها درجة

Barang siapa yang menutup shaff yang renggang maka Allah akan membangun rumah baginya di surga dan akan mengangkat derajatnya. HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban , dan Hakim, dan Al-Abani mensahihkannya dalam Silsilah Sahihah 4/515.dan Sahih Al-Jami no.1843

9. Aktif dan konsekwen mengerjakan sholat sunnah rawatib

Bersabda Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

من صلى في يوم وليلة ثنتي عشرة ركعة بني له بيت في الجنة

“Barang siapa yang sholat dalam sehari semalam sebanyak dua belas rakaat akan dibangunkan untuknya rumah di surga”,

Dalam riwayat lainnya: bersabda Rasulullah:

من ثابر على ثنتي عشرة ركعة من السنة بنى الله له بيتا في الجنة أربع ركعات قبل الظهر وركعتين بعدها وركعتين بعد المغرب وركعتين بعد العشاء وركعتين قبل الفجر

Dari Aisyah-radhiallahu ‘anha- berkata: bersabda Rasulullah:”barang siapa yang bersabar untuk menjalankan dua belas rakaat sholat sunnah maka akan dibangunkan baginya rumah di surga, 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isya dan 2 rakaat sebelum subuh. (HR. Ibnu Majah dan Tirmizi, dan disahihkan Al-Abani.) [http://www.abufairuz.com/2012/tazkiyatun-nufus/memiliki-rumah-di-surga/]

10Menjaga sholat dluha empat raka’at dan qobliyah dzuhur 4 raka’at.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 من صلى الضحى أربعاً، وقبل الأولى أربعاً بُنى له بيتٌ في الجنة) (حسن رواه طبراني في الأوسط.

Barangsiapa yang shalat dluha empat raka’at dan qobliyah dzuhur empat raka’at, akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Ath Thabrani dan dihasankan oleh Syaikh Al AlBani dalam silsilah shahihah no. 2346)

11Membaca do’a masuk pasar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 من دخل السوق فقال لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو حي لا يموت بيده الخير، وهو على كل شيء قدير كتب الله له ألف ألف حسنة، ومحا عنه ألف ألف سيئة ورفع له ألف ألف درجة، وبنى له بيتاً في الجنة .

“Siapa yang masuk pasar lalu mengucapkan, “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadihil khoir wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.” Allah akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta keburukan, mengangkat untuknya sejuta derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR At Tirmidzi, Ahmad, Ibnu majah, dan Al Hakim dari ibnu Umar. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah). [http://cintasunnah.com/bagaimana-membangun-rumah-di-surga/]

12Pergi ke masjid di awal atau di akhir siang

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

“Barangsiapa pergi ke masjid di awal siang atau pergi di akhir siang maka Allah sediakan baginya satu rumah (tempat tinggal) di surga, setiap kali dia pergi baik di awal (subuh) atau di akhir siang  (malam hari).” (HR. Al-Bukhariy no.662 dan Muslim no.669 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) [http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2013/01/03/cara-mendapatkan-rumah-termewah-dengan-arsitektur-terindah/]

13, 14, 15. Meninggalkan perdebatan, berdusta dalam bergurau, dan memperbaiki akhlak

Bersabda Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

أنا زعيم ببيت في ربض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقا وببيت في وسط الجنة لمن ترك الكذب وإن كان مازحا وببيت في أعلى الجنة لمن حسن خلقه]

“Aku menjamin bagi seseorang dengan sebuah rumah di surga bagi siapa yang mampu meninggalkan perdebatan sekalipun benar,dan dengan sebuah rumah di tengah surga bagi yang mampu meninggalkan dusta sekalipun dalam bergurau dan rumah di bagian atas surga bagi siapa yang mulia akhlaknya. (HR. Abu Daud no. 4800, Tirmizi dan Ibnu Majah dan Al-Albani menghasankannya dalam Sahih At-targhib wa At-tarhib 3/6 dan Shahih Al-Jami’ no. 1464)

Tatkala perdebatan hanyalah sekedar ajang untuk menang-menangan, untuk menjatuhkan lawan dan tidak mendatangkan kemaslahtan, maka lebih baik bagi seseorang untuk meninggalkan lawan debatnya dan semoga Allah akan gantikan baginya dengan kesabarannya rumah disurga bagian depan. [http://www.abufairuz.com/2012/tazkiyatun-nufus/memiliki-rumah-di-surga/]

Tentang masalah debat, ada baiknya membaca artikel ini: http://al-atsariyyah.com/larangan-berdebat-dalam-agama.htmlhttp://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/03/adab-dalam-berdebat.html; atau http://alqiyamah.wordpress.com/2010/02/05/salaf-shalih-memperingatkan-bahaya-debat/

Ancaman yang serius dan amat pedih tentang berdusta agar membuat orang tertawa juga disabdakan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang lain:

“Celakalah bagi orang yang berbicara dengan suatu pembicaraan agar orang lain tertawa tetapi berdusta, celakalah dia! Celakalah dia!”. [H.R. at-Turmuzi].

Selengkapnya, bacalah situs tersebut!

16. Meminta terus menerus dengan ikhlas agar dikaruniai Allah mati syahid di jalan-Nya.

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam sabdanya:

 ((مَنْ سَأَلَ الله تَعَالَى الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ))

Siapa yang meminta kepada Allah mati syahid dengan jujur, niscaya Allah akan menyampaikannya ke tingkat (tempat tinggal) para syuhada’ kendati ia mati di atas kasurnya.” (HR. Muslim)

Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan dalam Syarah Riyadh ash-Shalihin, (1: 285):

((فإذا سأل الإنسان ربه وقال : اللهم إني أسألك الشهادة في سبيلك – ولا تكون الشهادة إلا بالقتال لتكون كلمة الله هي العليا – فإن الله تعالى إذا علم منه صدق القول والنية أنزله منازل الشهداء وإن مات في فراشه((

“Apabila seorang meminta kepada Allah dan berkata: Wahai Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada Engkau mati syahid dijalan-Mu, -mati syahid tidak ada kecuali dengan perang untuk meninggikan kalimat Allah- maka Allah apabila mengetahui darinya kejujuran ucapan dan niyat maka Allah akan tempatkan di rumah-rumah Syuhada’ walaupun meninggal diatas tempat tidur.”

Bagaimana kita tidak mau memanfaatkan pahala besar ini yang hanya butuh sekitar 5 detik saja.

17. Mengunjungi orang sakit atau saudara seiman, berdasarkan sabda Rasulullah:

((مَنْ عَادَ مَرِيضاً أَوْ زَارَ أخاً لَهُ في الله ، نَادَاهُ مُنَادٍ : بِأنْ طِبْتَ ، وَطَابَ مَمْشَاكَ ، وَتَبَوَّأتَ مِنَ الجَنَّةِ مَنْزِلاً)). [صحيح الترمذي : 1633]

“Siapa yang mengunjungi orang sakit atau saudaranya seiman (seagama Islam), maka ia diseru oleh orang (malaikat): ‘Engkau adalah orang baik dan baik pula perjalananmu dan Allah telah menyiapkan bagimu rumah di surga’.” (HR. At-Tirmizi dan dishahihkan al-Albani dalan Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 1633) [http://pengusahamuslim.com/membangun-rumah-di-1656]

 

D. Menghias dan menyempurnakan rumah di surga

Sebagaimana rumah-rumah di dunia akan semakin indah jika dihias dengan berbagai macam taman-taman dan pepohonan yang menyejukkan pandangan mata, maka di surga sana Allah berjanji menghias rumah-rumah dengan kebun-kebun dan tanaman-tanaman yang menambah keindahannya. Jangan lupa juga membangun kamar-kamarnya. Selain itu, perbendaharaanya pun dapat “diusahakan” sewaktu kita masih di dunia. Berikut ini kiat-kiatnya:

1. Memperbanyak ucapan  سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكب , untuk menanam pohon-pohonnya

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-melewati Abu Hurairah yang sedang bercocok tanam, maka Rasulullah menegurnya dan berkata: Wahai Abu Hurairah apa yang sedang kau tanam?aku menjawab: tanam-tanaman ya Rasulullah,beliau berkata: maukah engkau kuberitahukan dengan tanaman yang lebih baik dari ini?Abu Hurairah menjawab: tentu ya Rasulullah, beliau berkata: katakanlah : سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر niscaya Akan ditanam untukmu dengan setiap kalimat tersebut sebuah pohon di surga. (HR. Ibnu Majah dan Alhakim dan Al-Albani mensahihkannya.)

Bisa ditambah dengan: ولا حول ولا قوة إلا بالل

Bersabda Rasulullah-shallalahu ‘alaihi wa sallam- dalam hadits lainnya:

لقيت إبراهيم ليلة أسري بي فقال : يا محمد أقرئ أمتك مني السلام و أخبرهم أن الجنة طيبة التربة عذبة الماء و أنها قيعان و أن غراسها سبحان الله و الحمد لله و لا إله إلا الله و الله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله ) ( ت) (طب) عن ابن مسعود. قال الألباني : (حسن) انظر حديث رقم: 3460 في صحيح الجامع عن ابن مسعود .

“Aku bertemu dengan Ibrahim-Alaihis salam-pada malam peristiwa Isra mi’raj dan dia berkata padaku: Wahai Muhammad sampaikan salamku kepada ummatmu dan beritahukan mereka bahwa surga itu begitu lembut debunya dan manis airnya dan sesungguhnya dia memiliki lembah-lembah dan sesungguhnya tanamannya adalah ucapan : سبحان الله و الحمد لله و لا إله إلا الله و الله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله “. (HR. Tirmizi. At-Thabrani dan Al-Abani menghasankannya dalam Sahih Al-Jami no 3460.)

Perbanyak juga ucapan سبحان الله العظيم وبحمده , jika ingin menanam pohon kurma

Bersabda Rasulullah:

” من قال سبحان الله العظيم وبحمده غرست له نخلة في الجنة ” . (ت حب ك) عن جابر. قال الألباني : (صحيح) انظر حديث رقم: 6429 في صحيح الجامع.

“Barang siapa yang mengucapkan: سبحان الله العظيم وبحمده akan ditanamkan untuknya pohon kurma di surga”. (HR Tirmizi, Ibnu Hibban dan Al –Hakim dan Al-Abani mensahihkannya dalam Sahih Al Jami’ no 6429) [http://www.abufairuz.com/2012/tazkiyatun-nufus/memiliki-rumah-di-surga/]

Baca juga artikel ini: Menanam Pohon di Surga dan Memperberat Mizan Kebaikan

2. Memperbaiki ucapan, memberi makan, dan shalat di waktu malam untuk membuat kamar-kamarnya.

Sebuah rumah butuh kamar-kamar dan kebun sehingga menjadi lebih sejuk dan nikmat dipandang mata. Adapun untuk membuat kamar-kamar yang istimewa, Rasulullah bersabda:

إن في الجنة غرفا يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها فقال أبو مالك الأشعري لمن هي يا رسول الله قال هي لمن أطاب الكلام وأطعم الطعام وبات قائما والناس نيام

“Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar yang luarnya tampak dari dalam, dan dalamnya tampak dari luar.” Abu Musa Al Asy’ari berkata, “Untuk siapa ia wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Untuk orang yang baik ucapannya, memberi makan dan shalat di waktu malam.” (HR Ath thabrani dan Al hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah). [http://cintasunnah.com/bagaimana-membangun-rumah-di-surga/]

3. Memperbanyak ucapan  لا حول و لا قوة إلا بالله untuk membangun gudang-gudang perbendaharaan di surga

Seandainya rumah-rumah di dunia disempurnakan dengan gudang-gudang dan tempat menyimpan perbendaharaan dan harta benda yang berharga, maka rumah di surga juga dapat disempurnakan dengan gudang-gudang perbendaharaan. Inilah kiat yang diiajarkan Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam- kepada Abu Musa Al-Asy’ari:

ألا أدلك على كنز من كنوز الجنة ؟ قال بلى يا رسول الله ، قال تقول : لا حول و لا قوة إلا بالله ) (حم ن هـ حب) عن أبي ذر. قال الألباني : (صحيح) انظر حديث رقم: 7820 في صحيح الجامع.‌وأصله في الصحيحين

“Maukah kuberitahukan padamu perbendaharaan dari perbendaharaan surga? Dia menjawab: tentu ya Rasulullah, beliau menjawab katakanlah: لا حول و لا قوة إلا بالله “. (HR.Ahmad, An-Nasa’i Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dan Al-Albani mensahihkannya dalam Sahih Al-Jami No. 7820.) [http://www.abufairuz.com/2012/tazkiyatun-nufus/memiliki-rumah-di-surga/]

 

E. Ada beberapa kajian ilmiah menarik tentang membangun rumah di Surga, yang dapat disimak di:

1. http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Syafiq%20Basalamah/Rumahku%20Masih%20Ngontrak, (catatannya dapat dilihat disini) dan

2. http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Badrusalam/Membangun%20Rumah%20Di%20Surga%20(Medan)

 

Penutup

Allah Ta’ala berfirman,

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آَمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. ” (QS. At Tahrim: 11)

Di saat waktu-waktu mustajab, selayaknya kita memperbanyak permintaan Surga Firdaus. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

“Dalam surga terdapat seratus derajat yang Allah persiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya, yang jarak antara setiap dua tingkatan bagaikan antara langit dan bumi, maka jika kalian meminta Allah, mintalah surga firdaus, sebab firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi, di atasnya ada singgasana Ar-Rahman, dan daripadanya sungai surga memancar.” (HR. Al-Bukhari no. 7423)

Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.

Abu Muhammad

Palembang, 20 Ramadhan 1434 H/ 29 Juli 2013

 

Download dalam bentuk pdf artikel: Dapatkan Property (Rumah) di Surga, Gratis*, Tanpa Kredit

Advertisements

5 comments on “Dapatkan Property (Rumah) di Surga, Gratis*, Tanpa Kredit! (Disertai Kiat-Kiat Menghiasinya)

  1. Assalamualaikum pak, terkait point 16 yg bapak tulis mengenai mati syahid, saya pernah membaca situs di internet bahwa ibu yg melahirkan anaknya, lalu meninggal dia mati syahid. Saya meyakininya bahwa benar. Tp di situs itu jg mengatakan bahwa ibu yg melahirkan anaknya ke muka bumi dgn selamat, dia suci kembali spt bayi yg baru dilahirkan. Lalu jika menyusui anaknya dia mendapatkan setiap tetes kebaikan dari air susunya. Apakah hal ini benar, pak…? terima kasih….

      • Wa’alaikumus salam. Tentang kaimat: ” ibu yg melahirkan anaknya ke muka bumi dgn selamat, dia suci kembali spt bayi yg baru dilahirkan”, saya belum tahu ada dalil yang shohih tentang masalah ini”. wallahu a’lam
        Tentang kalimat: ” jika menyusui anaknya dia mendapatkan setiap tetes kebaikan dari air susunya”. benar, secara umum begitu, jika harta yang diinfakkan seorang suami kepada keluarganya merupakan shodaqoh terbaik, begitu juga ASI dari seorang ibu kepada anaknya, tentu hal tersebut juga merupakan shodaqoh terbaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s