Gallery

Cara Melipatgandakan Pahala Amal Sholih (4)

Artikel sebelumnya disini: Cara Melipatgandakan Pahala Amal Sholih (3)

 

8. Memperbaiki Keislaman

salafiyunpad.wordpress.com

salafiyunpad.wordpress.com

Senada dengan hal di atas, di samping menuntut ilmu dan mengamalkannya, apabila seseorang meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, maka baiklah keislamannya. Tentang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baca di: https://abumuhammadblog.wordpress.com/2013/01/31/belajar-manajemen-waktu-1/

Apabila ia baik keislamannya, maka akan dilipatgandakan kebaikannya.

Banyak sekali hadits yang menerangkan tentang seseorang yang baik keislamannya, kebaikan-kebaikannya dilipatgandakan, adapun kesalahan-kesalahannya dihapuskan. Dan yang nampak, bahwa pelipatgandaan kebaikan itu sangat ditentukan dari baik atau tidaknya keislaman seseorang.

Diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلاَمَهُ ؛ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، وَكُلُّ سَيِّئَةٍ تُكْتَبُ بِمِثْلِهَا، حَتَّى يَلْقَى اللهَ عَزَّ وَجَلَّ.

Jika salah seorang dari kalian memperbaiki keislamannya, maka setiap kebaikan yang dia kerjakan ditulis dengan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, dan setiap kesalahan yang dilakukannya ditulis dengan kesalahan yang sama hingga dia bertemu dengan Allah Azza wa Jalla.[HR Muslim (no. 129)]

Satu kebaikan dilipatgandakan hingga sepuluh kali lipat merupakan suatu kepastian. Pelipatgandaan kebaikan itu sangat terkait dengan kebaikan keislaman seseorang, keikhlasan niat, dan kebutuhan kepada amal tersebut dan keutamaannya, seperti menyumbang dana untuk jihad, memberi nafkah untuk keperluan haji, memberi nafkah kepada sanak kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, dan saat-saat di mana nafkah diperlukan.[Jâmi’ul-‘Ulûm wal-Hikam (I/295)] (http://almanhaj.or.id/content/3344/slash/0/kebaikan-islam-seseorang-ialah-dengan-meninggalkan-apa-apa-yang-tidak-bermanfaat/)

Baiknya keislaman seseorang berbeda-beda dan bertingkat-tingkat satu sama lain. Setiap orang yang berbuat kebaikan, secara asal akan mendapat kelipatan kebaikan 10 kali lipat. Ini berlaku untuk semua orang.

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Barangsiapa yang datang dengan membawa kebaikan maka bagi dia akan mendapatkan 10 kali lipat. Barangsiapa yang datang dengan membawa keburukan, tidaklah ia dibalas kecuali sama dengannya dan mereka tidak didzhalimi (Q.S al-An’am:160)

Khusus orang yang baik keislamannya, kelipatan kebaikan yang ia perbuat akan lebih dari 10 kali lipat, yaitu hingga 700 kali lipat. (http://www.salafy.or.id/tinggalkan-hal-yang-tidak-penting/)

Selengkapnya, baca kedua situs tersebut.

Tentu muara memperbaiki keislaman dengan berbagai amal ketaatan ini akan bermuara kepada kedudukan tinggi di sisi Alloh Subhanahu wa ta’ala

 

9. Beramal ketika ada penentangan dari dalam dan luar jiwa (http://ahlussunnah-prambanan.blogspot.com/2011/06/13-cara-melipatgandakan-pahala.html)

my.opera.com

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy berkata:

Dan termasuk sebab dilipatgandakan pahala: menegakkan amalan-amalan shalih ketika ada pertentangan dari dalam dan luar jiwa. Maka, setiapkali penentangan itu lebih kuat dan seruan-seruan untuk meninggalkan beramal itu lebih besar, maka mengamalkannya akan lebih sempurna dan lebih banyak kelipatan pahalanya.
Dan permisalan untuk ini sangat banyak, namun ini dhabith(batasan)nya.
10. Bersungguh-sungguh melakukan ihsan, muroqobah dan menghadirkan hati ketika beramal (http://ahlussunnah-prambanan.blogspot.com/2011/06/13-cara-melipatgandakan-pahala.html)

123rf.com

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy berkata:

Dan termasuk sebab terpenting digandakannya pahala: bersungguh-sungguh dalam menegakkan ihsan(beribadah seakan melihat Allah) dan muroqobah(selalu merasa di bawah pengawasan Allah), dan menghadirkan hati ketika beramal.
Setiapkali perkara-perkara ini lebih kuat (ketika beramal) maka pahalanya lebih banyak.  Oleh sebab ini, datang dalam hadits:

( لَيس لَك مِن صَلاَتِك ، إِلاَّ مَا عَقَلْتَ مِنْهَا )
Tidak ada bagianmu dari shalatmu kecuali apa-apa yang engkau memahaminya. (Hadits ini dikeluarkan al-Imam Ahmad dalam Musnadnya, Ad-daruquthny dalam ‘Ilal-nya. Dan berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam fatawa-nya: itu perkataan Ibnu ‘Abbas dan tidak marfu’. Al-Ghazali mengeluarkannya dalam Al-Ihya’ dan al-‘Iraqy berkata: tidak ada asalnya. Muhaqqiq (As-Sayyid bin Ahmad)
Maka shalat dan semisalnya walaupun telah tertunaikan ketika telah didatangkan bentuk dan kewajiban-kewajibannya yang lahir dan yang batin; namun kesempurnaan penerimaan amalan, pahala, tambahan kebaikan, ketinggian derajat, penghapusan dosa-dosa kecil, dan tambahan cahaya iman, itu berdasarkan kehadiran hati dalam beribadah.
Oleh karenanya, termasuk dari sebab-sebab berlipatnya pahala amalan: tercapainyaatsar (peninggalan) yang baik dari amalan, yang memberi manfaat kepada hamba, menambah keimanan dan kelembutan hati serta ketenangannya.
Dan tercapainya makna-makna yang terpuji di dalam hati termasuk peninggalan amalan yang baik. Maka sesungguhnya amalan-amalan itu setiap kali telah sempurna, maka bekas-bekasnya (yang baik) di dalam hati adalah sebaik-baik peninggalan. Dan kepada Allah-lah memohon taufik.

 

11. Sembunyi-sembunyi dan terang-terangan dalam beramal (http://ahlussunnah-prambanan.blogspot.com/2011/06/13-cara-melipatgandakan-pahala.html)

123rf.com

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy berkata:

Dan termasuk rahasia dilipatgandakannya: bahwa merahasiakan beramal terkadang menjadi sebab berlipatgandanya pahala. Sesungguhnya, termasuk dari tujuh jenis manusia yang Allah menaungi mereka dalam naungannya:

   رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُه

Seseorang yang bersedekah dengan sesuatu lalu ia menyembunyikannya sehingga tidak mengetahui tangan kanannya apa yang diberi tangan kirinya.
Dan diantara mereka:

وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Seseorang yang mengingat Allah bersendirian lalu berlinang air matanya. (HR Bukhori-Muslim dari Abu Hurairah: “Tujuh golongan yang Allah naungi mereka dalam naungan-Nya, di hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya: …  dan seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu berlinang kedua matanya.”)

Sebagaimana, menampakkan amalan terkadang menjadi sebab dilipatgandakan pahala, seperti amalan-amalan yang dijadikan teladan dan ikutan di dalamnya.
Dan ini termasuk dalam kaedah yang masyhur:
قد يعرض للعمل المفضول من المصالح, ما يصيره أفضل من غيره

(Terkadang, sesuatu memalingkan amalan yang di bawah dalam tingkat kemashlahatan, menjadi lebih utama dari yang lainnya.)
Dan termasuk apa yang disepakati antara ulama Rabbani: bahwa bersikap pada setiap waktu dengan kekuatan ikhlash kepada Allah, mencintai kebaikan bagi kaum muslimin bersamaan hati tetap mengingat Allah, ini tidak mengimbanginya suatu amalan pun. Dan pelakunya terdepan dalam setiap keutamaan dan ganjaran serta pahala. Amalan-amalan yang selainnya hanya mengikutinya.
Maka, orang-orang yang ikhlash dan berbuat ihsan serta berdzikir, mereka yang terdepan dari yang terdepan, yang paling dekat kepada surga yang nikmat.

 

Rangkuman

Demikianlah 11 cara melipatgandakan pahala kebaikan yang dapat penulis bahas pada kesempatan kali ini. Tentu masih ada cara yang lainnya. Agar dapat mengetahui, tentu harus dengan jalan menuntut ilmu syar’i. Ringkasan 11 cara tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menggandakan Niat

2. Beramal Di Waktu yang Utama

3. Beramal Di Tempat yang Utama

4. Perbuatan-perbuatan yang pahalanya senantiasa mengalir sampai setelah mati dan bermanfaat bagi manusia

5. Mengamalkan sesuatu yang orang lain mengikutinya

6. Amalan tersebut terkait dengan peristiwa sulit dan bermanfaat besar

7. Kedudukan pelaku amalan yang tinggi di sisi Allah dan di dalam Islam

8. Memperbaiki Keislaman

9. Beramal ketika ada penentangan dari dalam dan luar jiwa

10. Bersungguh-sungguh melakukan ihsan, muroqobah dan menghadirkan hati ketika beramal

11. Sembunyi-sembunyi dan terang-terangan dalam beramal

Poin 8 s.d. 11 ada di halaman ini.

Wallohu A’lam 

 

 

Tambahan Penting:

Simaklah video berikut ini: 

Sejujurnya karena mengambil faedah dari video inilah, artikel ini dibuat. Di dalamnya dijelaskan tentang bagaimana cara melipatgandakan pahala amal, dengan cara:

1. Memahami syarat diterimanya amal, ikhlas dan ittiba’

2. Ibadah bernilai pahala jika ada niat

3. Semakin sesuai sunnah, maka semakin besar pahalanya

4. Pahala berlipat ganda jika bertepatan dengan waktu yang mulia

5. Pahala berlipat ganda jika dilaksanakan di tempat yang mulia

6. Ibadah yang manfaatnya menular ke orang lain lebih baik daripada ibadah yang manfaatnya untuk diri sendiri

7. Sesuatu yang berhubungan dengan zat ibadah lebih utama dari yang berhubungan dengan tempat ibadah

8. Jika 2 ibadah bertemu, maka didahulukan yang lebih wajib

9. Jika bertemu 2 kewajiban, maka didahulukan yang lebih wajib

10. Ibadah yang bersifat memperbaiki hati, lebih utama dari yang tidak memperbaiki hati

11. Semakin berat di hati dalam melakukan suatu ibadah, maka pahalanya pun semakin besar

12.. Semakin besar manfaat suatu idah, maka pahalanya pun semakin besar

13. Dalam satu waktu, carilah amal yang paling utama, dan paling utama dari yang utama

14. Ibadah yang kurang utama akan menjadi lebih utama jika lebih berat di hati, lebih besar manfaatnya, lebih khusyu’, dll

15. Mempertimbangkan manfaat dan mudhorot dalam memilih ibadah

Selain itu, di dalam sesi tanya jawab juga disinggung kaidah kenapa Rosululloh shalallahu ‘alaihi wasallam meninggalkan suatu amalan (bisa untuk mengetahui apakah amalan tersebut bid’ah atau bukan)

1. Belum ada pendorongnya

2. Ada penghalangnya

3. Ada pendorongnya dan tidak ada penghalangnya
jangan-jangan masih ada yang tidak tahu, makanya TONTON…! Penasaran kan kalo belum nonton?

 

Saya tambahkan satu kajian lagi tentang melipatgandakan pahala amal, untuk didownload, yaitu di situs:

Isinya kurang lebih sebagai berikut:

A. Kenapa kita harus memperbanyak amal? Karena:

1. Kita tidak tahu amal kita yang mana yang diterima dan mendapat pahala dari Alloh

2. Banyak perbuatan dzolim yang sudah kita lakukan, semoga amal-amal kita bisa menutupnya dan tetap mempunyai modal untuk masuk surga

B. Sebab amal dilipatgandakan

1. Tergantung kepada orang yang mengerjakannya

– bagaimana tauhidnya (terbebas dari syirik apa tidak?)

– bagaimana keikhlasan (termasuk di dalamnya yaitu, mengapa dia melakukannya dan apa tujuannya?)

– bagaimana kesesuaiannya dengan tuntutan Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam

2. Tergantung jenis amalnya

3. Kapan waktunya amal tersebut dilakukan

4. Dimana tempat dia melakukannya

5. Dilihat dari pengaruh, bekas, atau manfaatnya kepada manusia, besar apa tidak? contohnya: jihad, amalan yang sangat bermanfaat dalam mengislamkan orang lain

6. Amal tersebut diikuti orang lain atau tidak? Kadang suatu amalan lebih bermanfaat jika diperlihatkan, agar orang lain mengikutinya

7. Sedekah dari hal yang baik, yang buruk tidak diterima Alloh

8. Amalnya dirahasiakan

Semoga pembahasan ini bermanfaat untuk diri saya dan kaum muslimin.

Semoga Sholawat dan Salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad beserta sahabatnya, keluarganya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat.

 

 

Abu Muhammad

Palembang, 2 Robi’ul Awwal 1434 H / 14 Januari 2013

 

Download dalam bentuk pdf, artikel: CARA MELIPATGANDAKAN PAHALA AMAL SHOLIH (1 s.d. 4, lengkap)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s