Gallery

Cara Melipatgandakan Pahala Amal Sholih (3)

Artikel sebelumnya disini: Cara Melipatgandakan Pahala Amal Sholih (2)

 

3. Beramal Di Tempat yang Utama 

myspace.com

a. Memperbanyak shalat di Haramain Syarifain

Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik dari seribu (shalat) daripada yang lain kecuali Masjidil Haram, dan shalat di Masjid haram itu lebih baik dari seratus ribu (shalat) daripada yang lain.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

b. Shalat lima waktu berjama’ah bersama imam

Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Shalat berjama’ah itu lebih baik daripada shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajat.”(HR. Bukhari dan Muslim).

“Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk shalat fardhu maka pahalanya seperti haji.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan olah Albani).

Dan yang lebih utama agar keluar dari rumahnya sudah dalam keadaan suci, bukan bersuci di toilet masjid kecuali dalam keadaan terpaksa dan darurat.

Hendaknya berada di shaf yang pertama
Berdasarkan ucapan “irbadh bin sariyah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang yang berada di shaf yang pertama tiga kali, dan shaf yang kedua satu kali. (HR. an-Nasai dan Ibnu Majah).

Dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga yang artinya:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya membacakan shalawat kepada orang-orang yang ada di shaf pertama.” (HR. Ahmad dengan sanad yang baik).

Adapun perempuan shalat di rumah, dan hal itu lebih baik daripada mereka shalat di masjid, walaupun di Masjid nabawi. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ummu Humaid-salah satu dari shahabiyat- yang artinya:

“Aku tahu bahwa kamu senang shalat bersamaku, tapi shalatmu di rumahmu itu lebih baik bagimu daripada shalatmu di kamarmu. Dan shalatmu di kamarmu itu lebih baik bagimu daripada shalatmu di tempat tinggalmu. Dan shalatmu di tempat tinggalmu lebih baik bagimu daripada shalatmu di Masjidku.” (HR. Ahmad).

Lalu setelah ini beliau Radhiyallahu ‘anha shalat di penghujung rumahnya di tempat yang gelap sampai beliau menemui ajalnya.

c. Melaksanakan shalat nafilah (sunnah) di rumah

Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Keutamaan shalat seorang laki-laki di rumahnya dengan shalat yang dilihat oleh orang banyak seperti halnya keutamaan shalat fardhu atas shalat sunnah.” (HR. Baihaqi dan dishahihkan olah Albani).

Bukti yang menguatkan hal itu juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam shahih:

“Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim).

d. Menghadiri halaqah-halaqah ilmu di masjid

Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa yang berangkat ke masjid dia tidak menginginkan kecuali untuk belajar sesuatu kebaikan atau mengajarinya maka baginya adalah seperti pahala orang yang beribadah haji dengan sempurna.” (HR. Ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Albani).

e. Shalat di Masjid Quba

Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian ia datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya maka baginya seperti pahala umrah.” (HR. an-Nasai dan Ibnu Majah).

f. Ar Ribath (bersiap siaga di perbatasan musuh)
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa yang tetap bersiap siaga (diperbatasan musuh) fi sabilillah dalam satu hari satu malam maka baginya pahala seperti puasa satu bulan penuh dengan shalat malamnya. Dan barang siapa yang meninggal dalam keadaan bersiap siaga maka baginya seperti itu juga pahalanya, dan ia diberikan rezeki serta diamankan dari fitnah.” (HR. Muslim).

Yang dimaksud dengan “fitnah” disini adalah siksa kubur.

 

4. Perbuatan-perbuatan yang pahalanya senantiasa mengalir sampai setelah mati dan bermanfaat bagi manusia 

kajianislamitb.blogspot.com

Yaitu yang dijelaskan dalam hadits Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Ada empat macam pahala yang selalu mengucur (walaupun) setelah meninggal: “Seseorang yang selalu siap siaga (di perbatasan musuh) di jalan Allah, seseorang yang mengajarkan suatu ilmu maka pahalanya akan selalu mengucur selama ilmu itu diamalkan, seseorang yang memberi shadaqah maka pahalanya akan selalu mengucur (kepadanya) selama (shadaqah tersebut) dipergunakan dan seorang ayah yang meninggalkan anak yang shalih yang mendo’akan kepadanya.” (HR. Ahmad dan Thabrani).

Juga berdasarkan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Sesungguhnya bila aku berjalan dengan saudaraku muslim untuk memenuhi suatu hajatnya lebih saya cintai daripada saya beri’tikaf di masjid selama satu bulan.” (HR. Ibnu Abi Dun-yaa dan dihasankan oleh Albani). (http://fariqgasimanuz.wordpress.com/2011/08/18/amalan-amalan-yang-pahalanya-berlipat-ganda/)

depositphotos.com

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy berkata (http://ahlussunnah-prambanan.blogspot.com/2011/06/13-cara-melipatgandakan-pahala.html):

Dan termasuk dari sebab berlipat-gandanya pahala: amalan yang memberi pengaruh, kecukupan, dan manfaat besar bagi Islam dan kaum muslimin, seperti jihad fi sabilillah: jihad dengan badan, harta, lisan, dan membantah orang-orang yang menyimpang. Sebagaimana Allah Ta’ala telah menyebutkan nafkah untuk orang-orang berjihad dan kelipatannya itu dengan tujuh ratus kali lipat. (Al-Baqoroh 261 -262)

Dan termasuk jihad terbesar: menempuh jalan-jalan menuntut ilmu dan mengajar. Sesungguhnya, menyibukkan diri dengan hal itu, bagi yang lurus niatnya, tidak akan mengimbanginya suatu amalan pun. Sebab, terdapat di dalamnya:
– menghidupkan ilmu dan diin,
– membimbing orang-orang yang tidak mengetahui,
– menyeru kepada kebaikan,
– melarang dari kejelekan,
– dan terdapat  kebaikan yang banyak padanya yang seluruh hamba-hamba Allah membutuhkannya.

Maka, siapa pun yang menempuh jalan yang ia menuntut ilmu di dalamnya, Allah pasti memudahkan baginya jalan menuju surga. (HR. Muslim)

Tentu termasuk juga dakwah ilalloh

Dalam Shahih Muslim, Kitab al-Ilm, Bab Man Sanna Sunnatan Hasanatan au Sayyiatan, 4/2060, no. 2674. dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا. وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا.

“Barangsiapa yang mengajak kepada suatu petunjuk, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia memperoleh dosa semisal dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka.”

Dan kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim Kitab al-Imarah, Bab Fadhlu Ianah al-Ghazi, 3/1506, no. 1893. juga, dari Abu Mas’ud al-Anshari al-Badri radiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ.

‘Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya’.”

(http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatdoa&id=356)

Tentang keutamaan dakwah ilalloh lebih lanjut dapat dilihat di: http://muslim.or.id/manhaj/keutamaan-dakwah-ilallah.html; http://ghuroba.blogsome.com/2007/06/08/keutamaan-dakwah-ke-jalan-allah/; atau http://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/single/id_Keutamaan_Berdakwah_Kepada_Allah.pdf. adapun video kajiannya bisa dilihat di http://www.alquran-sunnah.com/video-kajian/viewcategory/104/keutamaan-dakwah.html

 

5. Mengamalkan sesuatu yang orang lain mengikutinya (http://ahlussunnah-prambanan.blogspot.com/2011/06/13-cara-melipatgandakan-pahala.html)

dreamstime.com

Dan termasuk amalan-amalan yang berlipat pahalanya: amalan yang apabila seorang hamba melakukannya, maka orang lain mengikutinya. Ini juga dilipatkan sesuai dengan pahala yang mengikutinya.

Sebagaimana datang dalam hadits Jarir bin Abdillah –semoga Allah meridhai keduanya- ia berkata: Sekelompok dari suku Arab pedalaman mendatangi Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- , mereka memakai shuf)pakaian dari bulu domba). Rasulullah melihat buruknya keadaan mereka yang menunjukkan mereka benar-benar dalam keadaan membutuhkan. Maka, beliau menganjurkan para shahabat untuk bersedekah lalu orang-orang berlambat-lambat melakukannya sehingga terlihat (raut tidak senang) di wajah Beliau. Kemudian salah seorang dari kalangan Anshar datang dengan sebungkus perak kemudian datang yang lain dan seterusnya yang lain saling mengikuti sampai terlihat kebahagiaan di wajah Beliau. Lalu Beliau bersabda:

« مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ ».
Barangsiapa membuat sunnah yang baik di dalam Islam kemudian diamalkan (diikuti yang lain) setelahnya, ditulis untuknya semisal pahala yang mengamalkannya dan tidak berkurang sedikitpun dari pahala-pahala mereka. (HR Bukhari-Muslim

Siapa yang menjadi sebab saudara-saudaranya muslim melakukan suatu amalan, maka tidak diragukan akan menambah pahalanya dengan berlipat-lipat di atas amalan yang dilakukan seseorang namun tidak ada yang mengikutinya. Bahkan itu termasuk amalan yang qosirah (hanya untuk pelakunya).

Oleh karenanya, ulama fikih mengedepankan amalan-amalan yangmuta’addiyah(dirasakan manfaatnya oleh orang lain) di atas amalan-amalan yangqosirah(hanya bermanfaat bagi pelakunya).

 

6. Amalan tersebut terkait dengan peristiwa sulit dan bermanfaat besar (http://ahlussunnah-prambanan.blogspot.com/2011/06/13-cara-melipatgandakan-pahala.html)
sulit

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy berkata:
Dan termasuk dari amalan yang dilipatkan pahalanya: jika amalan itu terkait dengan peristiwa yang sulit dan besar manfaatnya seperti penyelamatan dari kebinaasan, menghilangkan bahaya dari orang-orang yang terancam, dan melepaskan orang-orang dari kesulitannya.
Berapa banyak jenis amalan seperti ini menjadi penyelamat seseorang dari adzab dan berhasil memperoleh ganjaran yang besar. Sampai-sampai pada hewan, jika dihilangkan apa yang memudharatkannya maka pahalanya besar. Dan kisah wanita pelacur, yang memberi minum anjing yang hampir mati kehausan kemudian ia diampuni dengannya, menjadi saksi untuk permasalahan itu (sebagaimana HR Bukhori dan Muslim dari Abu Huroiroh)

 
7. Kedudukan pelaku amalan yang tinggi di sisi Allah dan di dalam Islam (http://ahlussunnah-prambanan.blogspot.com/2011/06/13-cara-melipatgandakan-pahala.html)

123rf.com

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy berkata:

Dan termasuk dari sebab-sebabnya adalah ketinggian posisi pelaku di sisi Allah dan di dalam Islam. Sesungguhnya Allah Ta’ala Syakuur (Maha Bersyukur) Halim (Maha Pemurah Hati).
Oleh sebab ini, pahala isteri-isteri Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- berlipat ganda. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن يَقْنُتْ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحاً نُّؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ ﴿٣١﴾
Dan barangsiapa di antara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat pada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat. (Q.S. Al-Ahzaab: 31)

Demikian pula seorang ulama Rabbani, yaitu seorang yang berilmu, beramal, dan mengajarkan ilmu. Kelipatan pahala amalan-amalannya sesuai kedudukannya di sisi Allah. Dan yang semisal mereka ini, jika terjatuh dalam perbuatan dosa maka dosanya lebih besar daripada selain mereka. Sebab, mereka wajib untuk lebih membentengi diri dan lebih bersyukur kepada Allah atas kekhususan nikmat-nikmat Allah bagi mereka.

 

Bersambung ke: Cara Melipatgandakan Pahala Amal Sholih (4)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s