Gallery

Amalan Singkat (Cukup Beberapa Menit) Penghapus Dosa (2)

Artikel sebelumnya di: Amalan Singkat (Cukup Beberapa Menit) Penghapus Dosa (1)

 

kucintaquran.blogspot.com

kucintaquran.blogspot.com

Itulah, 12 amalan singkat (ngerjainnya tidak memakan banyak waktu) yang bisa menghapuskan dosa. Amalan seperti istighfar dan dzikir-dzikir seperti سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ sebanyak 100 kali sehari, tentu sangat mudah dikerjakan, sembari mengisi waktu luang kita, daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Jika kita (khusus laki-laki) biasa mengerjakan sholat 5 waktu di masjid (terutama Shubuh, Maghrib, dan Isya) tentu kita bisa meraih keuatamaan amalan berjalan menuju masjid, sholat lima waktu, bersamaan dengan ucapan aminnya malaikat, dan membaca اللَّهُمَّرَبَّنَالَكَالْحَمْدُ. Bisa juga meraih keutamaan doa sesudah sholat (dengan sendiri-sendiri tentunya, jangan berjamaah) dan menyebarkan salam di perjalanan.

 

Masih banyak amalan lain yang bisa menghapuskan dosa, tapi ya melakukannya tidak singkat, yaitu:

13. Puasa hari Arafah dan A’syura’Puasa hari Arafah menghapus setahun sebelumnya dan setahun setelahnya sedangkan Puasa hari A’syura menghapus setahun yang telah lalu (HR. At Tirmidzi dan di-shahih-kan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no. 3853)

14. Shalat tarawih di bulan Ramadhanmengampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alaihi)

15. Haji yang mabrurkembali seperti hari ibunya melahirkannya” (HR. Al Bukhari) dan balasannya surga” (HR. Ahmad).

16. Sabar atas musibah, bangkit dari tempat tidurnya tersebut bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya” (HR Ahmad, dan dihasankan Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shohihah no. 144).

17. Menjaga shalat lima waktu dan jum’at serta puasa Ramadhanpenghapus dosa diantara keduanya selama menjauhi dosa besar” (HR Muslim)

18. Memperbanyak sujud (maksudnya sholat), setiap satu sujud akan mengangkat satu derajat dan menghapus satu kesalahanmu (dosa)” (HR Muslim).

19. Shalat malam, mendekatkan diri kepada Robb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa” (HR Al Haakim, dan dihasankan Al Albani dalam Irwa’ Al Ghalil 2/199).

20. Berjihad dijalan AllahSemua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang (HR Muslim)

21. Mengiringi haji dengan umrahmenghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana Al Kier (alat pembakar besi) menghilangkan karat besi” (HR Ibnu Majah dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’ no,2899) (http://ustadzkholid.com/17-amalan-penghapus-dosa/)

Umrah satu ke umrah berikutnya adalah penghapus dosayang terjadi diantara dua umrah itu. [Sahih Bukhari (2/3) dan Muslim] (http://umar-arrahimy.blogspot.com/2011/06/amalan-penghapus-dosa.html)

22Ditegakkan hukum pidana sesuai syariat Islamdihapus dosanya (HR Al Haakim dan dishohihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no 2732) (http://ustadzkholid.com/17-amalan-penghapus-dosa/)

23. Memperbaiki keislaman,  akan ditulis oleh Allah segala kebaikan yang dulu pernah ia kumpulkan dan dihapus darinya setiap kesalahan yang pernah ia kumpulkan (An-Nasa’iy dalam Al-Mujtabaa 8/105-106) [http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/09/diantara-kebaikan-seseorang-adalah.html]

24. Takut kepada Allah, memperoleh ampunan dan pahala yang besar. [Al-Mulk: 12]

25. Shalat di malam lailatul qadr, diampuni dosanya yang telah lalu. [Shahih Bukhari (1/16) dan Muslim]

26. Berbuat baik kepada ibu, [Shahih At-Targiib wa At-Tarhiib, (2/331)]

27. Berbuat baik kepada mahluk hidup, [Shahih Bukhari (4/173) dan Muslim]

28. Jihad perang di jalan Allah, mendapatkan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat [An-Nisaa': 95-96]

29. Mati syahid perang di jalan Allah, mendapatkan  ampunan Allah dan rahmat-Nya [Ali 'Imran:157]

30. Melepaskan hak kisas, menjadi penebus dosa [Al-Maaidah:45]

31. Menghormati hadits Rasulullah, orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mendapatkan ampunan dan pahala yang besar [Al-Hujuraat:3]

32. Menghadiri majelis zikir dan ilmu, diampuni dosanya [Sahih Bukhari 8/86 dan Muslim]

33. Meninggalkan dosa besar, dihapus kesalahan-kesalahannya (dosa-dosamu yang kecil) dan dimasukkan kamu ke tempat yang mulia (surga) [An-Nisaa':31]

34. Terakhir,

{إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا } [الأحزاب: 35]

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar (jujur), laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. [Al-Ahzaab:35]. (http://umar-arrahimy.blogspot.com/2011/06/amalan-penghapus-dosa.html)

 

Catatan!

1. Dosa-dosa apa saja yang bisa terhapus?

Berkata Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah:

“Amal-amal yang menghapus dosa ini terbagi menjadi tiga tingkatan:

- Yang pertama tidak mampu menghapus dosa-dosa kecil karena lemahnya amal tersebut dan lemahnya keikhlasan pelakunya serta tidak maksimal menjalankan hak-hak amal tersebut. Amal semacam ini semisal obat yang lemah sehingga tidak mampu melawan penyakit dari segi kualitas maupun kuantitas penyakit.

- Yang kedua, amal-amal yang mampu melawan dosa kecil namun belum bisa menghapus satupun dosa besar.

- Sedangkan yang ketiga adalah amal-amal yang punya kekuatan untuk menghapus dosa-dosa kecil dan masih punya sisa kekuatan untuk menghapus sebagian dosa besar.

Renungkan baik-baik tiga tingkatan amal ini karena merenungkannya bisa menghapus berbagai ketidakjelasan.” (Al Jawab asy Syafi’i, karya Ibnul Qayyim 1/87; dikutip dari muslim.or.id) (http://abuzuhriy.com/bahkan-dosa-besar-pun-terhapuskan/)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah

Tidaklah semua hasanah (kebaikan) akan menghapuskan SELURUH sayyiah (keburukan), akan tetapi terkadang menghapuskan dosa-dosa kecil dan terkadang menghapuskan dosa-dosa besar ditinjau dari keseimbangannya (yaitu apakah hasanah tersebut nilainya (besarnya) seimbang dengan nilai dosa tersebut?-pen). Satu jenis amalan terkadang dikerjakan oleh seseorang dengan model yang sempurna keikhlasannya dan peribadatannya kepada Allah maka dengan sebab tersebut Allah mengampuni dosa-dosa besarnya. (Minhaajus Sunnah An-Nabawiyyah 6/219) (http://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/123-keutamaan-ikhlas-bag-1)

 

2. Kurang puas ya? Amalan apa yang bisa menghapus semua dosa?

Kedua amalan ini sengaja saya pisahkan karena SANGAT PENTING! Kedua amalan ini merupakan landasan amalan-amalan di atas. Tanpa keduanya, niscaya amalan-amalan di atas akan sia-sia. Kedua amalan tersebut adalah:

a. Melaksanakan Tauhid secara benar (http://muslim.or.id/aqidah/inilah-jaminan-bagi-ahli-tauhid.html)

Dengan melaksanakan tauhid secara benar, menjadi sebab terbesar dapat menghapus dosa-dosa kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam bersabda,

قال الله تعالى: يا ابن آدم؛ لو أتيتني بقراب الأرض خطايا، ثم لقيتني لا تشرك بي شيئاً لأتيتك بقرابها مغفرة

Allah berfirman: ‘ Wahai anak adam, sesungguhnya sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian kamu datang kepada-Ku tanpa menyekutukan sesuatu pun dengan-Ku, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula” [H.R Tirmidzi, 3540]

Dalam hadist ini Nabi mengkhabarkan tentang luasnya keutamaan dan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla. Allah akan menghapus dosa-dosa yang sangat banyak selama itu bukan dosa syirik. Makna hadis ini seperti firman Allah dalam surat An Nisaa’:48

Hadist ini merupakan dalil bahwa tauhid mempunyai pahala yang besar dan bisa menghapuskan dosa yang sangat banyak. [Al Mulakhos fii Syarhi Kitaabi at Tauhiid hal 29. Syaikh Shalih Fauzan]

b. Ikhlas (http://firanda.com/index.php/artikel/aqidah/123-keutamaan-ikhlas-bag-1)

Sebenarnya ya setali tiga uang juga sih dengan tauhi, pokoknya saya pisahin saja lah.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ


“Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya (sepatunya untuk turun ke sumur dan mengisi air ke sepatu tersebut-pen) lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu” 
(HR Al-Bukhari no 3467 dan Muslim no 2245)

Dalam hadits ini sangatlah nampak keikhlasan sang wanita pezina tatkala menolong sang anjing, hal ini nampak dari perkara-perkara berikut ini :

-  Tidak ada seorangpun yang melihat sang wanita tatkala menolong sang anjing. Yang melihatnya hanyalah Dzat Yang Maha melihat yaitu Allah.

-  Amalan yang cukup berat yang dikerjakan oleh sang wanita ini, di mana ia turun ke sumur lalu mengisi air ke sepatunya lalu memberikannya ke anjing tersebut. Bagi seorang wanita pekerjaan seperti ini cukup memberatkan. Akan tetapi terasa ringan bagi seorang yang ikhlash

-  Wanita ini sama sekali tidak mengharapkan ucapan terima kasih dari hewan yang hina seperti anjing tersebut, apalagi mengharapkan balas jasa dari anjing tersebut. Ini menunjukkan akan ikhlashnya sang wanita pezina tersebut.

Ibnul Qoyyim berkata, “Apa yang ada di hati wanita pezina yang melihat seekor anjing yang sangat kehausan hingga menjilat-jilat tanah. Meskipun tidak ada alat, tidak ada penolong, dan tidak ada orang yang bisa ia nampakkan amalannya, namun tegak di hatinya (tauhid dan keikhlasan-pen) yang mendorongnya untuk turun ke sumur dan mengisi air di sepatunya, dengan tanpa mempedulikan bisa jadi ia celaka, lalu membawa air yang penuh dalam sepatu tersebut dengan mulutnya agar memungkinkan dirinya untuk memanjat sumur. Salain itu tawadhu’ wanita pezina ini terhadap makhluk yang biasanya dipukul oleh manusia. Lalu iapun memegang sepatu tersebut dengan tangannya lalu menyodorkannya ke mulut anjing tanpa ada rasa mengharap sedikitpun dari anjing adanya balas jasa atau rasa terima kasih. Maka sinar tauhid yang ada di hatinya tersebut pun membakar dosa-dosa zina yang pernah dilakukannya, maka Allah pun mengampuninya” (Madaarijus Saalikiin 1/280-281):

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Wanita (pezina) ini memberi minum kepada seekor anjing dengan keimanan yang murni yang terdapat dalam hatinya maka iapun diampuni (oleh Allah), tentu saja tidak semua pezina yang memberi minum kepada seekor anjing maka akan diampuni. Demikian pula lelaki yang menjauhkan dahan berduri dari tengah jalan, tatkala itu ia melakukannya dengan keimanan yang murni dan keikhlasan yang memenuhi hatinya, karenanya iapun diampuni. Karena sesungguhnya amalan-amalan bertingkat-tingkat sesuai dengan kadar keimanan dan keikhlasan yang ada di hati. Sesungguhnya ada dua orang yang berdiri dalam satun shaf sholat akan tetapi pahala sholat mereka jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya seperti jauhnya jarak antara langit dan bumi. Dan tidak semua orang yang memindahkan dahan berduri dari tengah jalan otomatis diampuni dosa-dosanya” (Minhaajus Sunnah An-Nabawiyyah 6/221-222)

Berkata Ibnu Rojab Al-Hanbali, “Jika sempurna tauhid seorang hamba dan keikhlasannya kepada Allah dalam tauhidnya serta ia memenuhi seluruh persyaratan tauhid dengan hatinya dan lisannya serta anggota tubuhnya, atau hanya dengan hatinya dan lisannya tatkala akan meninggal maka hal itu akan mendatangkan pengampunan terhadap seluruh dosa yang telah lalu dan akan mencegahnya sehingga sama sekali tidak masuk neraka” (Jaami’ul Uluum wal Hikam hal 398)

Semoga Alloh menjadikan kita orang yang bertauhid dengan sebenar-benarnya, dan menghindarkan diri dari hal-hal yang merusaknya.

« اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ »

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (Hadits Shahih riwayat Ahmad) (http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/inginkah-anda-menjadi-orang-yang-ikhlas.html)

 

Penutup

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.[Al A’raf : 23].

Wallohu a’lam. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.

 

 

Abu Muhammad

Palembang, 8 Robi’uts-Tsani 1434 H / 18 Februari 2013

 

Download dalam bentuk pdf, artikel: AMALAN SINGKAT (CUKUP BEBERAPA MENIT) PENGHAPUS DOSA (1 dan 2, lengkap)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s